Minggu, 29 November 2015

RANGKUMAN MATERI KIMIA KELAS X smt 1 2015



BAB I
BERKENALAN DENGAN ILMU KIMIA

1.1     Ruang Lingkup Ilmu Kimia
Definisi :
Ø  Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
Ø  Secara lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang :
a.  Susunan materi        =  mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
b. Struktur materi          = mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
c.  Sifat materi                =  mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari materi tersebut.
d. Perubahan materi     = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
e.  Energi yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
Ø  Ilmu Kimia dikembangkan oleh para ahli kimia untuk menjawab pertanyaan “apa” dan “mengapatentang sifat materi yang ada di alam.
Ø  Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “apa” merupakan suatu fakta yaitu : sifat-sifat materi yang diamati sama oleh setiap orang akan menghasilkan Pengetahuan Deskriptif.
Ø  Pengetahuan yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “mengapa” suatu materi memiliki sifat tertentu akan menghasilkan Pengetahuan Teoritis.
v  Skema bagaimana Ilmu Kimia dikembangkan :
                                                              Mengamati
Rounded Rectangle: Pengetahuan KimiaRounded Rectangle: Para ahli Kimia                                                                Menggolongkan
                                                                Menafsirkan data                                                    
                                                                Menarik kesimpulan umum
                                                                Merancang dan melakukan eksperimen
                                                                Menciptakan teori
1.2   Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia
Meliputi :
  1. Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.
  2. Mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna bagi manusia.
  3. Membantu kita dalam rangka pembentukan sikap.
·         Secara khusus, ilmu kimia mempunyai peranan sangat penting dalam bidang : kesehatan, pertanian, peternakan, hukum, biologi, arsitektur dan geologi. (Sebutkan peranan ilmu kimia dalam bidang-bidang tersebut!)
·         Dibalik sumbangannya yang besar bagi kehidupan kita, secara jujur harus diakui bahwa perkembangan ilmu kimia juga memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. (Sebutkan contohnya!)
1.3   Cabang-Cabang Ilmu Kimia
Meliputi :
1)       Kimia Analisis = mempelajari tentang analisis bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.
2)       Kimia Fisik =          fokus kajiannya berupa penentuan energi yang menyertai terjadinya reaksi kimia, sifat fisis zat serta perubahan senyawa kimia.
3)       Kimia Organik = mempelajari bahan-bahan kimia yang terdapat dalam makhluk hidup.
4)       Kimia Anorganik = kebalikan dari kimia organik; mempelajari benda mati.
5)       Kimia Lingkungan =             mempelajari tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, terutama yang berkaitan dengan pencemaran lingkungan dan cara penanggulangannya.
6)       Kimia Inti ( Radiokimia ) = mempelajari zat-zat radioaktif.
7)       Biokimia = cabang ilmu kimia yang sangat erat kaitannya dengan ilmu biologi.
8)       Kimia Pangan = mempelajari bagaimana cara meningkatkan mutu bahan pangan.
9)       Kimia Farmasi = fokus kajiannya berupa penelitian dan pengembangan bahan-bahan yang mengandung obat.
 1.4  Perkembangan Ilmu Kimia
1)       Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan mayat).
2)       Pada abad ke-4 SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami hakekat materi.
o    Menurut Democritus = setiap materi terdiri dari partikel kecil yang disebut atom.
o    Menurut Aristoteles     = materi terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah, air, udara dan api.
3)       Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia.
§  Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat.
§  Nama ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778).
4)       Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
5)       Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.
1.5   Pengenalan Laboratorium
Laboratorium    = suatu tempat bagi seorang praktikan untuk melakukan percobaan.
Praktikan            = orang yang melakukan percobaan / praktikum.
Ø  Bahan Kimia
Jenis bahan kimia berdasarkan sifatnya :
a)       mudah meledak (explosive)
b)       pengoksidasi (oxidizing)
c)        karsinogenik (carcinogenic : memicu timbulnya sel kanker)
d)       berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)
e)       mudah menyala (flammable)
f)         beracun (toxic)
g)       korosif (corrosive)
h)       menyebabkan iritasi (irritant)
v  Persiapan kerja di laboratorium :
1.        Merencanakan percobaan yang akan dilakukan sebelum memulai praktikum
2.        Menggunakan peralatan kerja (kacamata, jas praktikum, sarung tangan dan sepatu tertutup)
3.        Bagi wanita yang berambut panjang, diharuskan mengikat rambutnya
4.        Dilarang makan, minum dan merokok
5.        Menjaga kebersihan meja praktikum dan lingkungan laboratorium
6.        Membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama sehabis praktikum
7.        Bila kulit terkena bahan kimia, jangan digaruk agar tidak menyebar
8.        Memastikan bahwa kran gas tidak bocor sewaktu hendak menggunakan bunsen
9.        Pastikan bahwa kran air selalu dalam keadaan tertutup sebelum dan sesudah melakukan praktikum

1.6   Teknik Bekerja di Laboratorium
o    Penanganan terhadap bahan kimia :
a)       Menghindari kontak langsung dengan bahan kimia
b)       Menghindari untuk mencium langsung uap bahan kimia
c)        Menggunakan sarung tangan
o    Jika ingin memindahkan bahan kimia :
a)       Membaca label bahan kimia (minimal 2 kali)
b)       Memindahkan sesuai dengan jumlah yang diperlukan
c)        Tidak menggunakan secara berlebihan
d)       Jika ada sisa, jangan mengembalikan bahan kimia ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi
e)       Menggunakan alat yang tidak bersifat korosif untuk memindahkan bahan kimia padat
f)         Untuk bahan kimia cair, pindahkan secara hati-hati agar tidak tumpah
o    Jika terkena bahan kimia :
a)       Bersikap tenang dan jangan panik
b)       Meminta bantuan teman yang ada di dekat Anda
c)        Membersihkan bagian yang mengalami kontak langsung (dicuci dengan air bersih)
d)       Jangan menggaruk kulit yang terkena bahan kimia
e)       Menuju ke tempat yang cukup oksigen
f)         Menghubungi paramedis secepatnya
o    Masalah penanganan limbah bahan kimia :
a)       Limbah berupa zat organik harus dibuang terpisah agar dapat didaur ulang
b)       Limbah cair yang tidak berbahaya dapat langsung dibuang tetapi harus diencerkan dulu dengan menggunakan air secukupnya
c)        Limbah cair yang tidak larut dalam air dan limbah beracun harus dikumpulkan dalam botol penampung dan diberi label
d)       Limbah padat harus dibuang terpisah karena dapat menyumbat saluran air
e)       Sabun, deterjen dan cairan yang tidak berbahaya dalam air dapat langsung dibuang melalui saluran air kotor dan dibilas dengan air secukupnya
f)         Gunakan zat / bahan  kimia secukupnya

PENGGOLONGAN MATERI

Skema Klasifikasi Materi
( berdasarkan komposisi kimia )


 





   I.      Zat Tunggal ( Zat Murni )
ü  Zat tunggal adalah suatu zat yang komposisinya terdiri atas zat-zat dengan sifat kimia yang sama.
ü  Zat tunggal (zat murni) terdiri dari sejenis materi.
Contohnya : karbon, belerang, oksigen, air, alkohol
A.                   UNSUR
·         Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi secara kimia menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana.
·         Unsur merupakan zat tunggal yang paling sederhana dari materi.
Contohnya : H, C, N, P, Fe, Au, Mg
o    Lambang Unsur ( Lambang Atom )
Menurut Jons Jakob Berzelius (Swedia) :
Ø  Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf yaitu huruf awal dari nama Latin unsur yang bersangkutan dan ditulis dengan huruf besar / kapital.
Ø  Unsur yang mempunyai huruf awal yang sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama Latin unsur tersebut; yang ditulis dengan huruf kecil.
Contohnya : Perhatikan Lampiran 2 Buku Paket Kimia!
B.                   SENYAWA
v  Senyawa terbentuk oleh perikatan kimia dari dua atau lebih jenis unsur.
v  Sifat suatu senyawa berbeda dengan sifat unsur penyusunnya.
Contohnya : senyawa H2O(l) dan NaCl(s)

  II.      Campuran
Campuran adalah materi yang terdiri atas 2 (dua) atau lebih zat dan masih mempunyai sifat zat asalnya.
Contohnya : larutan garam, air lumpur, santan
ü  Permasalahan : Apa perbedaan bersenyawa dengan bercampur?
PARTIKEL DASAR PENYUSUN MATERI
Dapat berupa :
1)       Atom
ü  Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat-sifat unsur itu
ü  Atom suatu unsur diberi lambang sama dengan lambang unsur tersebut
ü  Contoh : Na, Mg, Ba, Ca, Fe
2)       Molekul
§  Molekul adalah partikel netral yang terdiri dari 2 atau lebih atom, baik atom sejenis maupun atom yang berbeda.
§  Molekul yang terdiri dari sejenis atom disebut  Molekul Unsur
§  Molekul yang terdiri dari atom-atom yang berbeda disebut Molekul Senyawa
§  Contoh : H2O; CO2; H2SO4
3)       Ion
Ø  Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik
Ø  Ion yang bermuatan positif disebut Kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut Anion
Ø  Ion yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal ( monoatom ), sedangkan ion yang terdiri dari 2 atau lebih atom disebut Ion Poliatom
Ø  Contoh :
Kation Tunggal : Na+, K+                                      Kation Poliatom : NH4+ , H3O+
Anion Tunggal : Cl-, S2-                                                                  Anion Poliatom : NO3-, OH-
Partikel Unsur ( bisa berupa atom ; bisa berupa molekul )
a.     Pada umumnya, setiap unsur termasuk unsur logam mempunyai partikel berupa Atom
b.     Hanya beberapa unsur non logam yang partikelnya berupa Molekul ( contoh hidrogen H2 ; fosforus P4 ; belerang S8 )
c.     Molekul yang terdiri atas 2 atom disebut Molekul Diatomik ( contoh molekul hidrogen, nitrogen )
d.     Molekul yang terdiri atas lebih dari 2 atom disebut Molekul Poliatomik ( contoh molekul fosforus, belerang )
Partikel Senyawa ( bisa berupa molekul ; bisa berupa ion )
o  Dapat berupa Molekul ( disebut Senyawa Molekul ) atau Ion ( disebut Senyawa Ion )
o  Senyawa dari unsur logam termasuk senyawa ion, sedangkan senyawa dari unsur non logam termasuk senyawa molekul.
Contoh senyawa molekul : air ( H2O ) ; senyawa ion : Kalsium karbonat ( CaCO3 )
Rumus Kimia
Menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun suatu zat.
Dibedakan menjadi 3 :
a.        Rumus Molekul
Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul suatu zat
Contoh : rumus molekul air ( H2O )
b.       Rumus Kimia Senyawa Ion
Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun suatu senyawa ion
Ciri khas senyawa ion adalah salah satu atom penyusun senyawa tersebut bersifat logam ( letaknya di depan )
Contoh : Mg(NO3)2 ; BaCl2 ; CuSO4 ; NaCl
c.        Rumus Empiris
Disebut juga Rumus Perbandingan; menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana dari atom-atom dalam suatu senyawa
Contoh : Etuna dengan rumus molekul C2H2 dan mempunyai rumus empiris CH
Rumus kimia senyawa ion adalah rumus empiris
Contoh : garam dapur ( NaCl )


SOAL : KLASIFIKASI MATERI
A. Pilih satu jawaban yang paling tepat
1. Sesuatu yang mempunyai massa dan volume dinamakan……
a. atom                              b. unsur   c. molekul                                d. senyawa                              e. materi
2. Materi yang berupa zat tunggal, tidak dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia biasa dinamakan………
a. unsur             b. senyawa                              c. larutan                                 d. koloid   e. suspensi
3. Unsur yang memiliki sifat peralihan logam dan non logam dinamakan…….
a. amfoter          b. amphiprotik                          c. metaloid                               d. kation   e. anion
4. Sifat berikut ini merupakan sifat senyawa, kecuali………..
     a. heterogen                       b. merupakan zat tunggal                        c. terbentuk zat baru dari penyusunnya
     d. terbentuk dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu                              e. komponennya dapat dipisah dengan cara kimia
5. Amoniak merupakan gas berbau menyengat dan khas, jika diuraikan terjadi gas nitrogen dan gas hidrogen yang keduanya tidak berbau dan tidak berwarna. Hal tsb menunjukkan bahwa……..
    a. senyawa terbentuk dari proses fisika
    b. senyawa merupakan zat baru yang sifat unsur penyusunnya hilang
    c. senyawa disusun dari unsur – unsur dengan perbandingan sembarang
    d. senyawa merupakan perpaduan sifat dari unsur – unsur penyusunnya
    e. senyawa bukan merupakan zat tunggal
6. Yang dimaksud partikel materi adalah……..
a. elektron, proton, neutron                               c. atom, molekul, ion                                e. logam, nonlogam, metaloid
b. unsur, senyawa, campuran                           d. larutan, koloid, suspensi
7. Lambang atom yang sekarang dipakai merupakan hasil pemikiran ……..
a. Dalton                            b. Demokritus                          c. Aristoteles                            d. Berzelius                              e. Einstein
8. Sifat zat berikut ini yang merupakan sifat molekul unsur adalah…….
a. terdiri dari satu jenis zat tunggal                    b. terdapat 2 jenis zat tunggal                                 c. disusun oleh 2 jenis unsur
d. terdiri dari 1 jenis unsur                                 e. terbentuk dari atom logam dan non logam
9. Atom logam dapat dibedakan dari atom non logam oleh hal – hal berikut, kecuali…….
a. daya hantar listriknya             b. daya hantar panasnya          c. wujud zat pada suhu kamar             d. sifat kimianya        e. kilauannya
10. Zat padat berikut ini yang bersifat rapuh adalah……..
a. fosforus                         b. stonsium                              c. litium                    d. kromium                              e. argentum
11. Logam ini pada suhu kamar berupa zat padat, berwarna kuning dan dipakai untuk perhiasan. Lambang unsur logam tsb adalah…..
a. Al   b. Ag                        c. As                        d. Ar                        e. Au
12. Zat –zat berikut ini jika ditempa menjadi lempeng, kecuali……..
a. besi                b. neon                    c. nikel                     d. kobalt                   e. mangan
13. Unsur berikut ini memiliki sifat peralihan logam dan non logam, kecuali……..
a. arsen             b. boron                   c. karbon                 d. berilium                e. telurium
14. Zat berikut ini yang ketiganya merupakan unsur adalah…..
      a. air, alkohol, gula                            b. susu, santan es krim                            c. udara, asap, kabut    
      d. emas murni, air murni, bensin murni                             e. arang, raksa, belerang
15. Materi berikut yang termasuk campuran homogen adalah………
a. udara bersih  b. air murni                             c. susu murni                           d. agar – agar                         e. cat
16. Kelompok zat berikut yang partikelnya berupa ion adalah……
a. MgO & Ca(NO3)2                         c. HCl & CO2                           e. C12H22O11 & C2H5OH
b. CO(NH2)2 & H2SO4                     d. K2SO4 & CH3COOH
17. Diantara zat berikut : (1) aluminium (2) garam dapur (3) gas oksigen (4) air
Yang partikelnya berupa molekul adalah……
a. 1, 2, 4                            b. 2, 3, 4 c. 2, 4                      d. 3, 4                      e. 4 saja
18. Diberikan 2 senyawa dengan rumus kimia : CH3COOH, C6H12O6. Manakah dari pernyataan berikut yang salah…
a. Keduanya tergolong senyawa                       d. Keduanya tergolong senyawa ion
b. Mempunyai rumus empiris sama                   e. 3 molekul CH3COOH mempunyai jumlah atom yang sama dengan 1 molekul C6H12O6
c. Keduanya terdiri dari tiga unsur                        
19. Diberikan 2 zat kimia :
A : berupa serbuk, hitam, tertarik oleh magnet, dapat menghantar listrik
B : berupa serbuk, kuning, tidak tertarik oleh magnet, tidak dapat menghantar listrik
Manakah diantara pernyataan berikut yang tidak tepat?
a. A merupakan unsur logam
b. B merupakan unsur non logam
c. Jika A & B dicampur, maka sifat masing – masing unsur masih tampak
d. Jika A & B dicampur dengan perbandingan tertentu, dan dipanaskan, akan terbebtuk senyawa
e. Jika membentuk senyawa indeks berpengaruh terhadap tatanamanya
20. Diantara rumus kimia berikut yang merupakan rumus empiris adalah….
a. P4O10                           b. H2C2O4                              c. CO(NH2)2                           d. C3H7OH                             e. CH2O
21. Manakah yang mengandung atom H terbanyak?
a. 3 molekul CH3COOH                    c. 2 molekul H2C2O4. 2 H2O                  e. 3 molekul CO(NH2)2
b. 2 molekul C2H5OH                       d. 3 molekul Ca(CH3COO)2
22. Manakah yang ketiganya merupakan senyawa?
a. udara, kapur, perunggu                                c. perunggu, bensin, sirup                       e. tanah, air susu, bensin
b. kapur, air murni, gula                    d. air kopi, gula, sirup
23. Diberikan beberapa unsur :
(i) kalsium                          (ii) pospor                (iii) grafit (iv) kobalt                 (v) raksa (vi) neon
Yang merupakan unsur non logam adalah….
a. ii, iii, v                             b. ii, iii, vi                  c. i, iv, v                    d. ii, v, vi                   e. i, iii, v
24. Dari unsur nomor 24, manakah yang tidak menghantarkan listrik?
a. i, ii b. ii, iii                       c. ii, vi                       d. ii, v                       e. i, iv

ESSAY
1. Apakah arti lambang 3Ba(NO2)2 , sebutkan nama unsurnya !
2. Sebutkan jumlah masing-masing atom penyusun molekul MgSO4.7H2O


TANDATANGAN GURU
NILAI
TANDATANGAN ORANG TUA/WALI SISWA
KETERANGAN










BAB 2
STRUKTUR ATOM

PARTIKEL MATERI
Bagian terkecil dari materi disebut partikel.
Beberapa pendapat tentang partikel materi :
1.  Menurut Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu ( jika suatu materi dibagi dan terus dibagi maka akhirnya diperoleh partikel terkecil yang sudah tidak dapat dibagi lagi = disebut Atom )
2.  Menurut Plato dan Aristoteles, pembagian materi bersifat kontinyu ( pembagian dapat berlanjut tanpa batas )
Postulat Dasar dari Teori Atom Dalton :
1.     Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom
2.     Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom
3.     Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( mempunyai massa yang berbeda )
4.     Senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu
5.     Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang ( reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut
Kelemahan dari postulat teori Atom Dalton :
1)       Atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom
2)       Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop )
3)       Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir
4)       Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul-molekul

PERKEMBANGAN TEORI ATOM
Text Box:  

Model atom Dalton
1).    Model Atom Dalton
a). Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b). Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c). Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda,   
     berlainan dalam massa dan sifatnya.
d). Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e). Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang
     berubah akibat reaksi kimia.
       Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
1.        Hukum Kekekalan Massa ( hukum Lavoisier ) : massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
2.        Hukum Perbandingan Tetap ( hukum Proust ) : perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.
Kelemahan Model Atom Dalton :
1)       Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain
2)       Tidak dapat menjelaskan sifat listrik dari materi
3)       Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan
4)       Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.
Contoh :
                                           

2).    Model Atom Thomson
Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. Menurut Thomson :
a) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron (bagaikan kismis dalam roti kismis)
b) Atom bersifat netral, yaitu muatan positif dan muatan negatif jumlahnya sama
Kelemahan : Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3).    Model Atom Rutherford
a) Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
c) Atom bersifat netral.
d.  Jari-jari inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.
Kelemahan Model Atom Rutherford :
Ø  Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
Ø  Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.

4).    Model Atom Niels Bohr
@) Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
@) Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
a)       Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b)       Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c)        Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energinya akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d)       Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e)       Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).
Kelemahan Model Atom Niels Bohr :
1.        Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.
2.        Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.

5).    Model Atom Modern
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a)       Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b)       Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c)        Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
                Model atom Modern :
a)       Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.
b)       Orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
c)        Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.






Orbit                                                                     Orbital
Gambar Perbedaan antara orbit dan orbital untuk electron
Ø  Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron kemungkinan ditemukan.
Ø  Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.
Catatan : Pelajari sejarah penemuan elektron, neutron, proton dan inti atom dari Buku Paket Kimia

PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM
Partikel
Notasi
Massa
Muatan
Sesungguhnya
Relatif thd proton
Sesungguhnya
Relatif thd proton
Proton
p
1,67 x 10-24 g
1 sma
1,6 x 10-19 C
+1
Neutron
n
1,67 x 10-24 g
1 sma
0
0
Elektron
e
9,11 x 10-28 g
 sma
-1,6 x 10-19 C
-1
Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).
1 sma = 1,66 x 10-24 gram

 
 



NOMOR ATOM
Ø  Menyatakan jumlah proton dalam atom.
Ø  Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).
Ø  Diberi simbol huruf Z
Ø  Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.
Contoh : 19K
Artinya …………..
NOMOR MASSA
v  Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
v  Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
v  Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :
A     =  nomor massa
        =  jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )
A     =  p + n = Z + n
v  Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.
 
Keterangan :
X  = lambang atom                          A = nomor massa
Z  = nomor atom                            
Contoh :
SUSUNAN ION
v  Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.
v  Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
v  Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
v  Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap.




Contoh :
Spesi
Proton
Elektron
Neutron
Atom Na
11
11
12
Ion
11
10
12
Ion
11
12
12
Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :
1).    Untuk nuklida atom netral :
 :        p = Z
e = Z
n = (A-Z)
2).    Untuk nuklida kation :
:         p = Z
e = Z – (+y)
n = (A-Z)
3).    Untuk nuklida anion :
:         p = Z
e = Z – (-y)
n = (A-Z)

ISOTOP, ISOBAR DAN ISOTON
1).    ISOTOP
Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda nomor massanya.
Contoh :  ;   ; 
2).    ISOBAR
Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama.
Contoh :  dengan
3).    ISOTON
Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama.
Contoh :  dengan

KONFIGURASI ELEKTRON
ü  Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.
ü  Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.
ü  Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).
Contoh :
Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron
Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron
Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron
Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron
Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron
Catatan : Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.
Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :
1.     Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.
2.     Khusus untuk golongan utama (golongan A) :
Jumlah kulit = nomor periode
Jumlah elektron valensi = nomor golongan
3.     Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.
o   Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.
o   Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.
4.     Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :
a)     Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.
b)     Tentukan jumlah elektron yang tersisa.
ØJika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.
ØJika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.
ØJika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.
ØJika jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit berikutnya.
Catatan : point no 4 harus dipahami !!!!
Contoh :
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
O
He
2
2




Li
3
2
1



Ar
18
2
8
8


Ca
20
2
8
8
2

Sr
38
2
8
18
8
2
Catatan :
·         Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).
·         Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.
Contoh :
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
Sc
21
2
8
9
2
Ti
22
2
8
10
2
Mn
25
2
8
13
2
Zn
30
2
8
18
2

Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )
Periode
Nomor Atom ( Z )
K
L
M
N
O
P
Q
1
1 – 2
1 – 2






2
3 – 10
2
1 – 8





3
11 – 18
2
8
1 – 8




4
19 – 20
2
8
8
1 – 2




21 – 30 ***
2
8
9 – 18
2




31 – 36
2
8
18
3 – 8



5
37 – 38
2
8
18
8
1 – 2



39 – 48 ***
2
8
18
9 – 18
2



49 – 54
2
8
18
18
3 – 8


6
55 – 56
2
8
18
18
8
1 - 2


57 – 80 ***
2
8
18
18 – 32
9 - 18
2


81 – 86
2
8
18
32
18
3 - 8

7
87 - 88
2
8
18
32
18
8
1 - 2
Keterangan : Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )
MASSA ATOM RELATIF ( Ar )
Ø  Adalah perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.
Ø  Pada umumnya, unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom relatif ( Ar ) digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya.
Ø  Menurut IUPAC, sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu  dari massa 1 atom C-12; sehingga dirumuskan :
Ar unsur X  =   ……………………(1)
Ø  Karena :  massa 1 atom C-12 = 1 sma ; maka :
Ar unsur X  =   ……………………(2)
MASSA MOLEKUL RELATIF ( Mr )
·         Adalah perbandingan massa antara suatu molekul dengan suatu standar.
·         Besarnya massa molekul relatif ( Mr ) suatu zat = jumlah massa atom relatif ( Ar ) dari atom-atom penyusun molekul zat tersebut.
·         Khusus untuk senyawa ion digunakan istilah Massa Rumus Relatif ( Mr ) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul.
·         Mr   =  S  Ar
Contoh :
Diketahui : massa atom relatif ( Ar ) H = 1; C = 12; N = 14 dan O = 16.
Berapa massa molekul relatif ( Mr ) dari CO(NH2)2
Jawab :
Mr CO(NH2)2   = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x Ar H)
                        = (1 x 12) + (1 x 16) + (2 x 14) + (4 x 1)
                        = 60

****VCVA***





SOAL : STRUKTUR ATOM & SPU
1. Unsur – unsur berikut yang termasuk satu golongan :
    a. Mg,Ca,Fr                         b. N,P,Po                 c. Na,K,Fr                d. B,C,N                  e. Na,Ca,In
2. Unsur – unsur berikut mempunyai jumlah kulit sama:
    a. 11Na, 12Mg, 19K               b. 19K, 37Rb, 55Cs              c. 2He, 3Li, 4Be                       d. 6C, 14Si, 33As                    e. 20Ca, 31Ga, 36Kr  3. Konfigurasi unsur yang terletak pada periode 4, golongan VA
    a. 2,8,18,5                           b. 2,8,8,5                                 c. 2,8,18,8,4                            d. 2,8,18,18,4                          e. 2,18,8,5
4. Nomor atom unsur yang terletak di periode 5, golongan IIA :
    a. 7                      b. 15                        c. 28                        d. 38                        e. 48
5. Jumlah proton, elektron, neutron dari  :
    a. 13,13,27                          b. 13,10,14                              c. 13,16,14                              d. 13,10,24                              e. 10,13,14
6. Jika ion S2- punya 18 elektron, maka letak S dalam SPU :
    a. periode 3, golongan VIIIA                                c. periode 4, golongan IIA                                       e. periode 6, golongan IIIA
    b. periode 3, golongan VIA                  d. periode 2, golongan IVA
7. Unsur X jika melepas 2 elektron, akan mempunyai konfigurasi elektron yang sama dengan unsur Y yang terletak pada periode 4, golongan VIIIA. Maka jumlah proton unsur X adalah :
    a. 38                    b. 36                        c. 34                        d. 20                        e.18
8. Unsur berikut yang tidak termasuk golongan A adalah unsur dengan konfigurasi elektron .....
    a. 2,8,8,2                             b. 2,8,18,8,2                            c. 2,8,8                                    d. 2,8,18,3                               e. 2,8,18,2
9. Nomor atom unsur yang tidak termasuk dalam periode 5 :
    a. 50                    b. 37                        c. 36                        d. 40                        e. 54
10. Unsur   berisoton dengan unsur....
      a.                 b.                       c.                   d.                       e.



TANDATANGAN GURU
NILAI
TANDATANGAN ORANG TUA/WALI SISWA
KETERANGAN











BAB 3
SISTEM PERIODIK UNSUR

A.    PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR
( Pelajari Buku Paket Kimia 1 )
1).    Pengelompokan atas dasar Logam dan Non Logam
v  Dikemukakan oleh Lavoisier
v  Pengelompokan ini masih sangat sederhana, sebab antara unsur-unsur logam sendiri masih terdapat banyak perbedaan.
2).    Hukum Triade Dobereiner
Ø  Dikemukakan oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).
Ø  Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.
Ø  Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.
Jenis Triade :
  1. Triade Litium (Li), Natrium (Na) dan Kalium (K)
Unsur
Massa Atom
Wujud
Li
6,94
Padat
Na
22,99
Padat
K
39,10
Padat

Massa Atom Na (Ar Na) =  = 23,02
  1. Triade Kalsium ( Ca ), Stronsium ( Sr ) dan Barium ( Ba )
  2. Triade Klor ( Cl ), Brom ( Br ) dan Iod ( I )
3).    Hukum Oktaf Newlands
v  Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).
v  Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
v  Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst.
v  Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum Oktaf.
H
Li
Be
B
C
N
O
F
Na
Mg
Al
Si
P
S
Cl
K
Ca
Cr
Ti
Mn
Fe
Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.
  4).          Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)
ü  Dua ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan unsur.
ü  Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.
ü  Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.
ü  Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut Golongan.
ü  Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom relatifnya dan disebut Periode.
5).    Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)
·         Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya.
·         Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan oleh massa atom relatifnya (Ar).

B.       PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN
1).    Periode
  • Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik.
  • SPU Modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah / banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut.
Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom
 
Jadi :

  • Jumlah unsur pada setiap periode :
Periode
Jumlah Unsur
Nomor Atom ( Z )
1
2
1 – 2
2
8
3 – 10
3
8
11 – 18
4
18
19 – 36
5
18
37 – 54
6
32
55 – 86
7
32
87 – 118
Catatan :
a)       Periode 1, 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit unsur
b)       Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang
c)        Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A.
d)       Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya, Anda hanya perlu mengetahui nomor atom unsur yang memulai setiap periode
  • Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1), unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2 dst.
Contoh :
9F         =  2 , 7                         periode ke-2
12Mg    =  2 , 8 , 2    periode ke-3
31Ga     =  2 , 8 , 18 , 3             periode ke-4
2).    Golongan
ü  Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang disebut golongan
ü  Ada 2 cara penamaan golongan :
a)       Sistem 8 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan yaitu golongan utama (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B).
b)       Sistem 18 golongan
Menurut cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 18 golongan yaitu golongan 1 sampai 18, dimulai dari kolom paling kiri.
ü  Unsur-unsur yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.
ü  Untuk unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik :


Nomor Golongan = Jumlah Elektron Valensi
 
 


ü  Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu :
a.        Golongan IA        = golongan Alkali
b.        Golongan IIA       = golongan Alkali Tanah
c.        Golongan IIIA      = golongan Boron
d.        Golongan IVA      = golongan Karbon
e.        Golongan VA       = golongan Nitrogen
f.         Golongan VIA      = golongan Oksigen
g.        Golongan VIIA     = golongan Halida / Halogen
h.        Golongan VIIIA    = golongan Gas Mulia

C.       SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR
Meliputi :
1).    Jari-Jari Atom
Ø  Adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.
Ø  Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut.
Ø  Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.
Ø  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.
2).    Jari-Jari Ion
v  Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata (signifikan) jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
v  Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
3).    Energi Ionisasi ( satuannya = kJ.mol-1 )
ü  Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1 (kation).
ü  Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.
EI 1 < EI 2 < EI 3 dst
ü  Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan.
ü  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.
 4).   Afinitas Elektron ( satuannya = kJ.mol-1 )
o    Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam wujud gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif (anion).
Beberapa hal yang harus diperhatikan :
a)       Penyerapan elektron ada yang disertai pelepasan energi maupun penyerapan energi.
b)       Jika penyerapan elektron disertai pelepasan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negatif.
c)        Jika penyerapan elektron disertai penyerapan energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif.
d)       Unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda negatif, mempunyai daya tarik elektron yang lebih besar daripada unsur yang mempunyai harga afinitas elektron bertanda positif. Atau semakin negatif harga afinitas elektron suatu unsur, semakin besar kecenderungan unsur tersebut untuk menarik elektron membentuk ion negatif (anion).
o    Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.
o    Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.
o    Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil.
o    Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar.
o    Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA.
o    Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA ( halogen ).
5).    Keelektronegatifan
·         Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya).
·         Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).
·         Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif (anion).
·         Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif (kation).
·         Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil.
·         Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.
6).    Sifat Logam dan Non Logam
o    Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation.
o    Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi ( EI ).
o    Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya.
o    Sifat non logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom untuk menarik elektron.
o    Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah.
o    Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang.
o    Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur, sedangkan unsur non logam terletak pada bagian kanan-atas.
o    Unsur yang paling bersifat non logam adalah unsur-unsur yang terletak pada golongan VIIA, bukan golongan VIIIA.
o    Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur Metaloid ( = unsur yang mempunyai sifat logam dan sekaligus non logam ). Misalnya : boron dan silikon.
7).    Kereaktifan
§  Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron.
§  Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan IA (logam alkali).
§  Unsur non logam yang paling reaktif adalah golongan VIIA (halogen).
§  Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), mula-mula kereaktifan menurun, kemudian semakin bertambah hingga golongan VIIA.
§  Golongan VIIIA merupakan unsur yang paling tidak reaktif.





BAB 4
IKATAN KIMIA

·         Definisi Ikatan Kimia
Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a)       atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
b)       penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c)        penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan
Ø  Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.
Ø  Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat.
Ø  Salah 1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia).
Ø  Maka dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi elektron seperti pada unsur gas mulia.
Ø  Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium).
Periode
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
O
P
1
He
2
2





2
Ne
10
2
8




3
Ar
18
2
8
8



4
Kr
36
2
8
18
8


5
Xe
54
2
8
18
18
8

6
Rn
86
2
8
18
32
18
8
Ø  Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah

Aturan Oktet
o    Lambang Lewis
Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
·   Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
·   Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).
Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan logam.
1).    Ikatan Ion ( elektrovalen )
  • Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
  • Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb).
  • Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.
Contoh 1 :
Ikatan antara  dengan
Konfigurasi elektronnya :  = 2, 8, 1 dan  = 2, 8, 7
§  Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
§ 
 
Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
                 
(2,8,1)       (2,8)                                    (2,8,7)            (2,8,8)


§  Antara ion Na+ dengan terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.
Contoh 2 : Ikatan antara Na dengan O
ü  Supaya mencapai oktet, maka Na harus melepaskan 1 elektron menjadi kation Na+
(2,8,1)          (2,8)
ü  Supaya mencapai oktet, maka O harus menerima 2 elektron menjadi anion
(2,6)                    (2,8)
ü  Reaksi yang terjadi :
                         (x2)
                       (x1)
                                                            +
2 Na + O                2 Na+ +                Na2O

Contoh lain : senyawa MgCl2, AlF3 dan MgO
v  Soal : Tentukan senyawa yang terbentuk dari :
1). Mg dengan F
2). Ca dengan Cl
3). K dengan O
Senyawa yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a.        Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen (VIIA). Contoh : NaF, KI, CsF
b.        Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen (VIA). Contoh : Na2S, Rb2S,Na2O
c.        Golongan alkali tanah (IIA) dengan golongan oksigen (VIA). Contoh : CaO, BaO, MgS
Sifat umum senyawa ionik :
1)       Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2)       Keras, tetapi mudah patah
3)       Penghantar panas yang baik
4)       Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit)
5)       Larut dalam air
6)       Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena)
2).    Ikatan Kovalen
o    Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan.
o    Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
o    Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
o    Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
o    Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
Ada 3 jenis ikatan kovalen :
a).    Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh 1 :
ü  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
ü  Konfigurasi elektronnya :   = 1
ü  Ke-2 atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).
ü  Untuk itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang elektron yang dipakai bersama.
  è    Rumus struktur        =                  Rumus kimia            = H2
Contoh 2 :
v  Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
v  Konfigurasi elektronnya :   = 1;    = 2, 7
v  Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.
v  Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).
v  Jadi, atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.
              Rumus struktur              =                       Rumus kimia         =  HF

Soal :  Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut ( lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya ) :
1)       Atom C dengan H membentuk molekul CH4
2)       Atom H dengan O membentuk molekul H2O
3)       Atom Br dengan Br membentuk molekul Br2
b).   Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh :
§  Ikatan yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
§  Konfigurasi elektronnya : = 2, 6
§  Atom O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
§  Ke-2 atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.
         Rumus struktur           :    Rumus kimia         : O2
Soal : Tuliskan pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut : (lengkapi dengan rumus struktur dan rumus kimianya)
1)       Atom C dengan O membentuk molekul CO2
2)       Atom C dengan H membentuk molekul C2H4 (etena)
c).    Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh 1:
o    Ikatan yang terjadi antara atom N dengan N membentuk molekul N2
o    Konfigurasi elektronnya : = 2, 5
o    Atom N memiliki 5 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
o    Ke-2 atom N saling meminjamkan 3 elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron secara bersama.
 Rumus struktur        :                   Rumus kimia            : N2
Contoh 2:
§  Ikatan antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena, C2H2).
§  Konfigurasi elektronnya :  = 2, 4                 = 1
§  Atom C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
§  Atom C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada atom C lainnya.
                        
(Rumus Lewis)                    (Rumus bangun/struktur)

3).    Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
  • Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
  • Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh 1: Terbentuknya senyawa
   atau
Contoh 2:
  • Terbentuknya molekul ozon (O3)
  • Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan , oksigen pusat harus menyumbangkan kedua elektronnya.
   Rumus struktur :            O
4).    Ikatan Logam
            Gb. Ikatan Logam

v  Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak.
v  Atom-atom logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
v  Atom logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk dilepaskan dan membentuk ion positif.
v  Maka dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.
v  Mobilitas elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam mengalami delokalisasi yaitu suatu keadaan dimana elektron valensi tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
v  Elektron-elektron valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion positif logam.
v  Struktur logam seperti gambar di atas, dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :
a).    berupa zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam.
b).    dapat ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak terputus.
c).    penghantar / konduktor listrik yang baik, akibat adanya elektron valensi yang dapat bergerak bebas dan berpindah-pindah. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran listrik merupakan aliran elektron.
 Polarisasi Ikatan Kovalen
*       Suatu ikatan kovalen disebut polar, jika Pasangan Elektron Ikatan (PEI) tertarik lebih kuat ke salah 1 atom.
Contoh 1 : Molekul HCl
*       Meskipun atom H dan Cl sama-sama menarik pasangan elektron, tetapi keelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H.
*       Akibatnya atom Cl menarik pasangan elektron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah Cl (akibatnya terjadi semacam kutub dalam molekul HCl).
     
*       Jadi, kepolaran suatu ikatan kovalen disebabkan oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan.
*       Sebaliknya, suatu ikatan kovalen dikatakan non polar (tidak berkutub), jika PEI tertarik sama kuat ke semua atom.
Contoh 2 :
                        
*       Dalam tiap molekul di atas, ke-2 atom yang berikatan menarik PEI sama kuat karena atom-atom dari unsur sejenis mempunyai harga keelektronegatifan yang sama.
*       Akibatnya muatan dari elektron tersebar secara merata sehingga tidak terbentuk kutub.
Contoh 3 :
                   
*       Meskipun atom-atom penyusun CH4 dan CO2 tidak sejenis, akan tetapi pasangan elektron tersebar secara simetris diantara atom-atom penyusun senyawa, sehingga PEI tertarik sama kuat ke semua atom (tidak terbentuk kutub).
o    Momen Dipol ( µ )
Adalah suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.
Dirumuskan :   µ = Q x r                   ;           1 D = 3,33 x 10-30 C.m
keterangan : µ = momen dipol, satuannya debye (D) Q = selisih muatan, satuannya coulomb (C)
                           r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif, satuannya meter (m)

Perbedaan antara Senyawa Ion dengan Senyawa Kovalen
No
Sifat
Senyawa Ion
Senyawa Kovalen
1
Titik didih
Tinggi
Rendah
2
Titik leleh
Tinggi
Rendah
3
Wujud
Padat pada suhu kamar
Padat,cair,gas pada suhu kamar
4
Daya hantar listrik
Padat = isolator
Lelehan = konduktor
Larutan = konduktor
Padat = isolator
Lelehan = isolator
Larutan = ada yang konduktor
5
Kelarutan dalam air
Umumnya larut
Umumnya tidak larut
6
Kelarutan dalam trikloroetana (CHCl3)
Tidak larut
Larut


Pengecualian dan Kegagalan Aturan Oktet
1).    Pengecualian Aturan Oktet
a)       Senyawa yang tidak mencapai aturan oktet
Meliputi senyawa kovalen biner sederhana dari Be, B dan Al yaitu atom-atom yang elektron valensinya kurang dari empat (4). Contoh : BeCl2, BCl3 dan AlBr3
b)       Senyawa dengan jumlah elektron valensi ganjil
Contohnya : NO2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17
c)       Senyawa dengan oktet berkembang
Unsur-unsur periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet / lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M, N dst dapat menampung 18 elektron atau lebih).
Contohnya : PCl5, SF6, ClF3, IF7 dan SbCl5
2).    Kegagalan Aturan Oktet
Aturan oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post transisi.
Contoh :
ü  atom Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +2
ü  atom Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat oksidasi +1 dan +3
Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat berupa :
1)       Tidak mencapai oktet
2)       Melampaui oktet ( oktet berkembang )
Penulisan Struktur Lewis
Langkah-langkahnya :
1)       Semua elektron valensi harus muncul dalam struktur Lewis
2)       Semua elektron dalam struktur Lewis umumnya berpasangan
3)       Semua atom umumnya mencapai konfigurasi oktet (khusus untuk H, duplet)
4)       Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap 2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C, N, O, P dan S)
Langkah alternatif : ( syarat utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui )
1)       Hitung jumlah elektron valensi dari semua atom dalam molekul / ion
2)       Berikan masing-masing sepasang elektron untuk setiap ikatan
3)       Sisa elektron digunakan untuk membuat semua atom terminal mencapai oktet
4)       Tambahkan sisa elektron (jika masih ada), kepada atom pusat
5)       Jika atom pusat belum oktet, tarik PEB dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat
Resonansi
a.        Suatu molekul atau ion tidak dapat dinyatakan hanya dengan satu struktur Lewis.
b.        Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi.
Contoh :
     
c.        Dalam molekul SO2 terdapat 2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal () dan 1 ikatan rangkap ().
d.        Berdasarkan konsep resonansi, kedua ikatan dalam molekul SO2 adalah ekivalen.
e.        Dalam molekul SO2 itu, ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam molekul itu, tetapi silih berganti.
f.         Tidak satupun di antara ke-2 struktur di atas yang benar untuk SO2, yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut.

***vcva***



SOAL : IKATAN KIMIA
PILIHAN GANDA
1. 11Na dapat membentuk ikatan ion dengan unsur dengan konfigurasi elektron….
    a. 2,8,2                b. 2,8,3    c. 2,8,4                    d. 2,8,7                    e. 2,8,8
2. Pasangan unsur – unsur dari golongan berikut yang dapat membentuk ikatan ion adalah unsur dari Golongan…
   a. IA & VIIIA          b. IIA & VIIA                             c. IIIA & IIIA                             d. IA & IIA                       e. VIA & VIIA
3. Pasangan senyawa berikut yang memiliki ikatan ion adalah….
    a. KCl & CaF2     b. NH3 & KNO3       c. KCl & CCl4                   d. CaF2 & HF            e. NaCl & CCl4
4. Unsur X & Y masing – masing memiliki 6 & 7 elektron. Rumus & jenis ikatan yang sesuai jika kedua unsur  bersenyawa adalah….
   a. XY6, ion                            b. XY2, kovalen       c. X2Y, ion                     d. X2Y, kovalen      e. XY2, ion
5. Dalam CH4 terdapat ikatan ….
    a. Ion   b. Kovalen rangkap                    c. Ion & kovalen      d. Kovalen                  e. kovalen koordinasi
6. Senyawa berikut yang tidak memiliki ikatan kovalen adalah….
   a. H2O                  b. CCl4                    c. CaCl2                  d. H2SO4                                e. NH3
7. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen rangkap adalah…
    a. HCl                  b. BCl3                    c. NaCl                    d. C2H4                   e. PCl5
8. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah…
    a. Mg3N2                            b. SO2                     c. N2                        d. CH4                     e. CO2
9. Pasangan senyawa berikut yang berikatan ion & kovalen koordinat adalah….
   a. NaCl & CO2     b. HCl & NaCl            c. KOH & O2                   d. CCl4 & SO2                       e. MgCl2 & NH4+
10.  Diantara senyawa dibawah ini yang tidak memenuhi kaidah oktet adalah….
      a. NO2                  b. NH3                c. SCl2                 d. CH4                e. CO2
11. Unsur – unsur di golongan gas mulia sukar bereaksi, disebabkan …..
a. gas mulia berwujud gas
b. gas mulia memiliki electron bebas
c. gas mulia mempunyai electron valensi delapan sehingga memenuhi aturan oktet
d. gas mulia mempunyai elektron valensi yang penuh sehingga stabil
e. gas mulia merupakan nonlogam
12. Jenis ikatan yang tidak mungkin terjadi antara nonlogam & nonlogam adalah....
a. Ikatan ion     b. Ikatan kovalen tunggal                         c. Ikatan kovalen rangkap dua                
d. Ikatan kovalen rangkap tiga                                         e. Ikatan kovalen koordinasi
13. Pernyataan yang benar tentang ikatan ion adalah.....
a. Terjadi antara unsur di golongan VA & VIIA                d. Dapat menarik benda – benda logam
b. Terjadi pemakaian elektron bersama                          e. Mempunyai perbedaan keelektronegatifan kecil
c. Mempunyai gaya tarik elektrostatik
14. Unsur – unsur yang mungkin membentuk ikatan kovalen adalah....
      a. Na & F           b. Au & Fe          c. Hg & As          d. C & Ca          e. H & Cl
15. Unsur 11Na & 35Br dapat membentuk.....
      a. Ikatan ion, rumusnya Na2Br                          d. Ikatan kovalen, rumusnya Na2Br
      b. Ikatan ion, rumusnya NaBr                            e. Ikatan kovalen, rumusnya NaBr2
      c. Ikatan kovalen, rumusnya NaBr
16. Dalam ikatan PCl3 terdapat pasangan elektron bebas disekitar atom pusat sebanyak...pasang
      a. 1    b. 2                          c. 3                          d. 5                          e. Tidak ada pasangan elektron bebas
17. Senyawa yang mempunyai 4 pasang elektron terikat & 2 pasang elektron bebas di sekitar atom pusat adalah....
      a. CH4                               b. XeF4                   c. SCl6                     d. PBr5                    e. ICl3
18. Senyawa berikut yang bersifat nonpolar adalah....
      a. CHCl3                           b. C2H5OH                             c. CO2                     d. CH3COCH3                        e. H2O
19. Rumus senyawa yang mungkin terjadi antara unsur A yang terletak di periode 3, golongan VIA dengan unsur B yang terletak di periode 4, golongan VIIA adalah...
       a. AB & A2B     b. AB2 & AB5                          c. A2B & A4B                    d. AB2 & AB4        e. A3B & A7B6
20. Manakah unsur yang paling polar?
      a. NaAt                              b. NaI                      c. NaBr                    d. NaCl                    e. NaF
21. Senyawa yang mengalami hipooktet(kurang dari oktet) adalah....
      a. BF3 & Mg3N2                   b. BeCl2 & PCl3                  c. NH3 & CH4                         d. CO2 & ICl5                  e. BeF2 & BH3
22. Semua senyawa dibawah ini mengalami hiperoktet(lebih dari oktet), kecuali.....
      a. XeF2             b. PCl5                    c. SF4                      d. OF2                     e. ICl7
23. Dalam senyawa H2SO4 terdapat ikatan kovalen tunggal & ikatan kovalen koordinasi masing – masing sebanyak....
      a. 6,0                 b. 5,1                       c. 4,2                       d. 3,3                       e. 2,4
24. Senyawa yang mempunyai ikatan kovalen rangkap tiga adalah....
      a. CO2                               b. C2H2                   c. HCl                      d. C2H6   e. CCl4
25. Senyawa manakah yang mempunyai resonansi?
      a. H2CO3                          b. CO2                     c. CH4                     d. NH3                     e. O2
26. Manakah yang bukan sifat dari ikatan logam?
     a. Mudah menghantarkan arus listrik                                 d. Elektron mudah bergerak bebas
     b. Mudah ditempa                                                                              e. Inti positif berada dalam lautan elektron
     c. Sebagai isolator yang baik
27. Kelompok senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah….
      a. H2O, CO2, CH4                            c. K2O, NaBr, MgCl2                               e. HCl, H2SO4, NaOH
      b. CO2, CH4, NH3                            d. NaCl, HI, H2O
29. Unsur dengan konfigurasi electron 1s22s22p63s2 dapat membentuk ikatan ion dengan unsur….
      a. 1A  b. 4B                        c. 17C                      d. 19D                     e. 20E
30. Diantara unsur di bawah ini yang mempunyai kecenderungan menerima elektron untuk membentuk konfigurasi elektron yang stabil adalah....
      a. 10X                b. 11Y                      c. 17Z                      d. 18A                      e. 19B
31. Unsur berikut yang sangat sukar untuk berikatan kimia adalah….
      a. Fe, Au                           b. Na, Mg                                c. Cl, P                                     d. H, He                   e. Ne, Ar
32. Manakah yang bukan ciri- ciri ikatan ion ?
      a. Terbentuk antara logam & nonlogam                 b. Terdapat ion positif & ion negatif            c. Mempunyai gaya tarik – menarik elektrostatik                     
      d. Terjadi antara unsur golongan IVA & VIA          e. Terjadi serah terima electron
33. Senyawa manakah yang tidak memenuhi aturan oktet maupun duplet?
       a. PCl3, BH3                    b. MgBr2, NaCl                       c. O2, N2                 d. SF6, PBr5                           e. CO2, CH4
34. Manakah senyawa berikut yang tidak mencapai octet (hipooktet)?
      a. H2O, CO2                     b. BF3, BeCl2                          c. N2O3, PCl3                  d. NH3, CH4                  e. BH3, CCl4
      35. Ikatan yang terdapat antara atom – atom H dalam molekul gas hydrogen adalah….
      a. Ikatan ion             b. Ikatan logam                  c. Ikatan kovalen                      d. Ikatan kovalen koordinat      e. Ikatan hydrogen
36. Kelompok senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah….
      a. H2O, CO2, CH4            b. CO2, CH4, NH3                  c. HCl, H2SO4, NaOH                d. NaCl, HI, H2O                  e. K2O, NaBr, MgCl2
38. Manakah senyawa berikut yang nonpolar walaupun ikatan antar atom – atomnya polar adalah….
      a. CO2                               b. N2                       c. HCl                                      d. H2S                                     e. NH3
39. Manakah senyawa yang tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik?
      a. CS2                               b. H2O                     c. CHCl3                  d. C2H5OH                             e. CH3COCH3
40. Manakah senyawa yang mempunyai ikatan ion, kovalen, & kovalen koordinat ?
      a. NaOH                            b. K2CO3                                c. BaSO4                 d. KI                         e. HCl
41. Dalam senyawa H3PO4 (sesuai aturan octet & duplet) terdapat ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, & ikatan kovalen koordinat berturut – turut sebanyak…..
      a. 7,0,0                              b. 6,0,1                    c. 6,1,0                    d. 5,0,2                    e. 3,1,3
42. Manakah senyawa berikut yang merupakan konduktor terbaik?
      a. Kristal garam dapur                       b. Leburan gula pasir                              c. Larutan glukosa
      d. Larutan asam klorida                     e. Lelehan belerang
43. Unsur logam dapat menghantarkan listrik dengan baik karena….
      a. Elektron dalam logam dapat bergerak bebas dari atom satu ke atom yang lain
      b. Logam mengkilap sehingga dapat memantulkan sinar  c. Logam mempunyai energi ionisasi kecil
      d. Dalam unsur logam terdapat ikatan ion                                         e. Logam mempunyai hambatan yang besar

ESSAY
1. Jelaskan dengan gambar Lewis terjadinya ikatan antara :
    a. 8A & 11B                         b. 6C & 17D
2. Gambarkan rumus Lewis, rumus struktur & sebutkan jenis ikatan lalu hitunglah jumlah ikatan – ikatan masing – masing dalam senyawa KOH
3. Terdapat senyawa sbb : KF, KCl, KBr, KI, KAt. Sebutkan senyawa yang mempunyai ikatan ion yang terkuat. Jelaskan jawaban Anda !

TANDATANGAN GURU
NILAI
TANDATANGAN ORANG TUA/WALI SISWA
KETERANGAN










Tidak ada komentar:

Posting Komentar