BAB
I
BERKENALAN
DENGAN ILMU KIMIA
1.1
Ruang Lingkup Ilmu Kimia
Definisi
:
Ø Secara singkat, Ilmu Kimia adalah ilmu
rekayasa materi yaitu mengubah suatu materi menjadi materi yang lain.
Ø Secara
lengkap, Ilmu Kimia adalah ilmu yang
mempelajari tentang :
a. Susunan
materi = mencakup
komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
b. Struktur
materi = mencakup
struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana
atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan.
c. Sifat
materi = mencakup sifat fisis (wujud dan penampilan)
dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur
dari materi tersebut.
d. Perubahan
materi = meliputi perubahan fisis/fisika (wujud)
dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
e. Energi
yang menyertai perubahan materi = menyangkut banyaknya energi yang
menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
Ø Ilmu
Kimia dikembangkan oleh para ahli kimia untuk menjawab pertanyaan “apa” dan “mengapa” tentang sifat materi yang ada di alam.
Ø Pengetahuan
yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “apa” merupakan suatu fakta yaitu : sifat-sifat materi yang diamati
sama oleh setiap orang akan menghasilkan Pengetahuan
Deskriptif.
Ø Pengetahuan
yang lahir dari upaya untuk menjawab pertanyaan “mengapa” suatu materi memiliki sifat tertentu akan menghasilkan Pengetahuan Teoritis.
v
Skema
bagaimana Ilmu Kimia dikembangkan :
Menarik
kesimpulan umum
Merancang
dan melakukan eksperimen
Menciptakan
teori
1.2
Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia
Meliputi
:
- Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.
- Mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna bagi manusia.
- Membantu kita dalam rangka pembentukan sikap.
·
Secara khusus, ilmu kimia mempunyai
peranan sangat penting dalam bidang : kesehatan, pertanian, peternakan,
hukum, biologi, arsitektur dan geologi. (Sebutkan peranan ilmu kimia dalam bidang-bidang tersebut!)
·
Dibalik sumbangannya yang besar bagi
kehidupan kita, secara jujur harus diakui bahwa perkembangan ilmu kimia juga
memberikan dampak negatif bagi kehidupan manusia. (Sebutkan contohnya!)
1.3
Cabang-Cabang Ilmu Kimia
Meliputi
:
1)
Kimia
Analisis = mempelajari
tentang analisis bahan-bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.
2)
Kimia
Fisik = fokus
kajiannya berupa penentuan energi yang menyertai terjadinya reaksi kimia, sifat
fisis zat serta perubahan senyawa kimia.
3)
Kimia
Organik = mempelajari
bahan-bahan kimia yang terdapat dalam makhluk hidup.
4)
Kimia
Anorganik = kebalikan
dari kimia organik; mempelajari benda mati.
5)
Kimia
Lingkungan = mempelajari
tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan, terutama yang berkaitan
dengan pencemaran lingkungan dan cara penanggulangannya.
6)
Kimia
Inti ( Radiokimia ) = mempelajari
zat-zat radioaktif.
7)
Biokimia = cabang ilmu kimia yang sangat erat
kaitannya dengan ilmu biologi.
8)
Kimia
Pangan = mempelajari
bagaimana cara meningkatkan mutu bahan pangan.
9)
Kimia
Farmasi = fokus
kajiannya berupa penelitian dan pengembangan bahan-bahan yang mengandung obat.
1.4 Perkembangan
Ilmu Kimia
1)
Sekitar tahun 3500 SM, di Mesir Kuno
sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat anggur, pengawetan
mayat).
2)
Pada abad ke-4 SM, para filosofis
Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami
hakekat materi.
o
Menurut Democritus = setiap materi terdiri dari partikel
kecil yang disebut atom.
o
Menurut Aristoteles = materi
terbentuk dari 4 jenis unsur yaitu : tanah,
air, udara dan api.
3)
Abad pertengahan (tahun 500-1600),
yang dipelopori oleh para ahli kimia Arab dan Persia.
§ Kimia
lebih mengarah ke segi praktis. Dihasilkan berbagai jenis zat seperti :
alkohol, arsen, zink asam iodida, asam sulfat dan asam nitrat.
§ Nama
ilmu kimia lahir, dari kata dalam bahasa Arab (al-kimiya = perubahan materi) oleh ilmuwan Arab Jabir ibn
Hayyan (tahun 700-778).
4)
Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori oleh ahli
kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier
(tahun 1743-1794) yang berhasil mengemukakan hukum kekekalan massa.
5)
Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris
bernama John Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk
pertama kalinya. Sejak itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.
1.5
Pengenalan Laboratorium
Laboratorium
= suatu tempat bagi seorang praktikan
untuk melakukan percobaan.
Praktikan
= orang yang melakukan
percobaan / praktikum.
Ø Bahan Kimia
Jenis
bahan kimia berdasarkan sifatnya :
a)
mudah meledak (explosive)
b)
pengoksidasi (oxidizing)
c)
karsinogenik (carcinogenic : memicu timbulnya sel kanker)
d)
berbahaya bagi lingkungan (dangerous to the environment)
e)
mudah menyala (flammable)
f)
beracun (toxic)
g)
korosif (corrosive)
h)
menyebabkan iritasi (irritant)
v Persiapan kerja di laboratorium :
1.
Merencanakan percobaan yang akan
dilakukan sebelum memulai praktikum
2.
Menggunakan peralatan kerja (kacamata,
jas praktikum, sarung tangan dan sepatu tertutup)
3.
Bagi wanita yang berambut panjang,
diharuskan mengikat rambutnya
4.
Dilarang makan, minum dan merokok
5.
Menjaga kebersihan meja praktikum dan
lingkungan laboratorium
6.
Membiasakan mencuci tangan dengan
sabun dan air bersih terutama sehabis praktikum
7.
Bila kulit terkena bahan kimia, jangan
digaruk agar tidak menyebar
8.
Memastikan bahwa kran gas tidak bocor
sewaktu hendak menggunakan bunsen
9.
Pastikan bahwa kran air selalu dalam
keadaan tertutup sebelum dan sesudah melakukan praktikum
1.6
Teknik Bekerja di Laboratorium
o
Penanganan
terhadap bahan kimia :
a)
Menghindari kontak langsung dengan
bahan kimia
b)
Menghindari untuk mencium langsung uap
bahan kimia
c)
Menggunakan sarung tangan
o
Jika
ingin memindahkan bahan kimia :
a)
Membaca label bahan kimia (minimal 2
kali)
b)
Memindahkan sesuai dengan jumlah yang
diperlukan
c)
Tidak menggunakan secara berlebihan
d)
Jika ada sisa, jangan mengembalikan
bahan kimia ke dalam botol semula untuk mencegah kontaminasi
e)
Menggunakan alat yang tidak bersifat
korosif untuk memindahkan bahan kimia padat
f)
Untuk bahan kimia cair, pindahkan
secara hati-hati agar tidak tumpah
o
Jika
terkena bahan kimia :
a)
Bersikap tenang dan jangan panik
b)
Meminta bantuan teman yang ada di
dekat Anda
c)
Membersihkan bagian yang mengalami
kontak langsung (dicuci dengan air bersih)
d)
Jangan menggaruk kulit yang terkena
bahan kimia
e)
Menuju ke tempat yang cukup oksigen
f)
Menghubungi paramedis secepatnya
o
Masalah
penanganan limbah bahan kimia :
a)
Limbah berupa zat organik harus
dibuang terpisah agar dapat didaur ulang
b)
Limbah cair yang tidak berbahaya dapat
langsung dibuang tetapi harus diencerkan dulu dengan menggunakan air secukupnya
c)
Limbah cair yang tidak larut dalam air
dan limbah beracun harus dikumpulkan dalam botol penampung dan diberi label
d)
Limbah padat harus dibuang terpisah
karena dapat menyumbat saluran air
e)
Sabun, deterjen dan cairan yang tidak
berbahaya dalam air dapat langsung dibuang melalui saluran air kotor dan
dibilas dengan air secukupnya
f)
Gunakan zat / bahan kimia secukupnya
PENGGOLONGAN MATERI
Skema Klasifikasi Materi
( berdasarkan komposisi kimia )
![]() |

I.
Zat
Tunggal ( Zat Murni )
ü Zat tunggal
adalah suatu zat yang komposisinya terdiri atas zat-zat dengan sifat kimia
yang sama.
ü Zat tunggal
(zat murni) terdiri dari sejenis
materi.
Contohnya
:
karbon, belerang, oksigen, air, alkohol
A.
UNSUR
·
Unsur
adalah
zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi secara kimia menjadi zat-zat
lain yang lebih sederhana.
·
Unsur
merupakan
zat tunggal yang paling sederhana dari materi.
Contohnya :
H, C, N, P, Fe, Au, Mg
o
Lambang
Unsur ( Lambang Atom )
Menurut Jons Jakob Berzelius (Swedia) :
Ø Setiap
unsur dilambangkan dengan satu
huruf yaitu huruf awal dari
nama Latin unsur yang bersangkutan dan ditulis dengan huruf besar / kapital.
Ø Unsur
yang mempunyai huruf awal yang sama, lambangnya dibedakan dengan menambahkan satu huruf lain dari nama
Latin unsur tersebut; yang ditulis dengan huruf kecil.
Contohnya
:
Perhatikan Lampiran 2 Buku Paket Kimia!
B.
SENYAWA
v Senyawa
terbentuk oleh perikatan kimia dari dua
atau lebih jenis unsur.
v Sifat
suatu senyawa berbeda dengan sifat
unsur penyusunnya.
Contohnya
:
senyawa H2O(l) dan NaCl(s)
II. Campuran
Campuran
adalah materi yang terdiri atas 2 (dua)
atau lebih zat dan masih mempunyai
sifat zat asalnya.
Contohnya
:
larutan garam, air lumpur, santan
ü Permasalahan : Apa perbedaan
bersenyawa dengan bercampur?
PARTIKEL
DASAR PENYUSUN MATERI
Dapat
berupa :
1)
Atom
ü Atom
adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat-sifat
unsur itu
ü Atom
suatu unsur diberi lambang sama dengan lambang unsur tersebut
ü Contoh
: Na, Mg, Ba, Ca, Fe
2) Molekul
§ Molekul
adalah partikel netral yang terdiri dari 2 atau lebih atom, baik atom
sejenis maupun atom yang berbeda.
§ Molekul
yang terdiri dari sejenis atom disebut
Molekul Unsur
§ Molekul
yang terdiri dari atom-atom yang berbeda disebut Molekul Senyawa
§ Contoh
: H2O; CO2; H2SO4
3) Ion
Ø Ion
adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik
Ø Ion
yang bermuatan positif disebut Kation, sedangkan ion yang bermuatan
negatif disebut Anion
Ø Ion
yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal ( monoatom ),
sedangkan ion yang terdiri dari 2 atau lebih atom disebut Ion Poliatom
Ø Contoh :
Kation Tunggal : Na+, K+ Kation
Poliatom : NH4+ , H3O+
Anion Tunggal : Cl-, S2- Anion
Poliatom : NO3-, OH-
Partikel
Unsur ( bisa berupa atom ; bisa berupa molekul )
a.
Pada umumnya, setiap unsur termasuk
unsur logam mempunyai partikel
berupa Atom
b.
Hanya beberapa unsur non logam
yang partikelnya berupa Molekul
( contoh hidrogen H2 ; fosforus P4 ; belerang S8
)
c.
Molekul yang terdiri atas 2 atom disebut Molekul Diatomik ( contoh
molekul hidrogen, nitrogen )
d.
Molekul yang terdiri atas lebih dari 2 atom disebut Molekul Poliatomik
( contoh molekul fosforus, belerang )
Partikel
Senyawa ( bisa berupa molekul ; bisa berupa ion )
o
Dapat berupa Molekul ( disebut Senyawa
Molekul ) atau Ion ( disebut Senyawa Ion )
o
Senyawa dari unsur logam termasuk senyawa
ion, sedangkan senyawa dari unsur non
logam termasuk senyawa molekul.
Contoh senyawa molekul : air ( H2O
) ; senyawa ion : Kalsium karbonat ( CaCO3 )
Rumus
Kimia
Menyatakan
jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun suatu zat.
Dibedakan
menjadi 3 :
a.
Rumus Molekul
Menyatakan jenis dan jumlah
atom yang menyusun molekul suatu zat
Contoh : rumus molekul air ( H2O
)
b.
Rumus Kimia Senyawa Ion
Menyatakan jenis dan jumlah
atom yang menyusun suatu senyawa ion
Ciri
khas senyawa ion adalah salah satu atom penyusun senyawa tersebut bersifat
logam ( letaknya di depan )
Contoh : Mg(NO3)2
; BaCl2 ; CuSO4 ; NaCl
c.
Rumus Empiris
Disebut juga Rumus Perbandingan;
menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana dari atom-atom
dalam suatu senyawa
Contoh : Etuna dengan rumus
molekul C2H2 dan mempunyai rumus empiris CH
Rumus kimia senyawa ion adalah rumus
empiris
Contoh : garam dapur ( NaCl )
SOAL : KLASIFIKASI MATERI
A. Pilih satu jawaban yang paling tepat
1. Sesuatu yang mempunyai massa dan volume
dinamakan……
a. atom b.
unsur c. molekul d. senyawa e. materi
2. Materi yang berupa zat tunggal, tidak
dapat diuraikan menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia biasa
dinamakan………
a. unsur b. senyawa c. larutan d. koloid e. suspensi
3. Unsur yang memiliki sifat peralihan logam
dan non logam dinamakan…….
a. amfoter b. amphiprotik c. metaloid d. kation e. anion
4. Sifat berikut ini merupakan sifat senyawa,
kecuali………..
a. heterogen b. merupakan zat tunggal c. terbentuk zat baru
dari penyusunnya
d. terbentuk dari dua unsur atau lebih
dengan perbandingan tertentu e.
komponennya dapat dipisah dengan cara kimia
5. Amoniak merupakan gas berbau menyengat dan
khas, jika diuraikan terjadi gas nitrogen dan gas hidrogen yang keduanya tidak
berbau dan tidak berwarna. Hal tsb menunjukkan bahwa……..
a. senyawa terbentuk dari
proses fisika
b. senyawa merupakan zat baru
yang sifat unsur penyusunnya hilang
c. senyawa disusun dari unsur
– unsur dengan perbandingan sembarang
d. senyawa merupakan perpaduan
sifat dari unsur – unsur penyusunnya
e. senyawa bukan merupakan zat
tunggal
6. Yang dimaksud partikel materi adalah……..
a. elektron, proton, neutron c.
atom, molekul, ion e.
logam, nonlogam, metaloid
b. unsur, senyawa, campuran d.
larutan, koloid, suspensi
7. Lambang atom yang sekarang dipakai merupakan hasil pemikiran ……..
a. Dalton b.
Demokritus c.
Aristoteles d.
Berzelius e.
Einstein
8. Sifat zat berikut ini yang merupakan sifat
molekul unsur adalah…….
a. terdiri dari satu jenis zat tunggal b.
terdapat 2 jenis zat tunggal c.
disusun oleh 2 jenis unsur
d. terdiri dari 1 jenis unsur e.
terbentuk dari atom logam dan non logam
9. Atom logam dapat dibedakan dari atom non
logam oleh hal – hal berikut, kecuali…….
a. daya hantar listriknya b. daya hantar panasnya c. wujud zat pada suhu kamar
d. sifat kimianya e.
kilauannya
10. Zat padat berikut ini yang bersifat rapuh adalah……..
a. fosforus b.
stonsium c.
litium d. kromium e. argentum
11. Logam ini pada suhu kamar berupa zat
padat, berwarna kuning dan dipakai untuk perhiasan. Lambang unsur logam tsb
adalah…..
a. Al b. Ag c. As d. Ar e. Au
12. Zat –zat berikut ini jika ditempa menjadi
lempeng, kecuali……..
a. besi b. neon c. nikel d. kobalt e. mangan
13. Unsur berikut ini memiliki sifat
peralihan logam dan non logam, kecuali……..
a. arsen b. boron c. karbon d. berilium e. telurium
14. Zat berikut ini yang ketiganya merupakan
unsur adalah…..
a. air, alkohol, gula b.
susu, santan es krim c. udara, asap, kabut
d. emas murni, air murni,
bensin murni e. arang, raksa, belerang
15. Materi berikut yang termasuk campuran
homogen adalah………
a. udara bersih b. air murni c.
susu murni d.
agar – agar e. cat
16. Kelompok zat berikut yang partikelnya
berupa ion adalah……
a. MgO & Ca(NO3)2 c.
HCl & CO2 e.
C12H22O11 & C2H5OH
b. CO(NH2)2 & H2SO4 d.
K2SO4 & CH3COOH
17. Diantara zat berikut : (1) aluminium (2)
garam dapur (3) gas oksigen (4) air
Yang partikelnya berupa molekul adalah……
a. 1, 2, 4 b.
2, 3, 4 c. 2, 4 d. 3, 4 e.
4 saja
18. Diberikan 2 senyawa dengan rumus kimia :
CH3COOH, C6H12O6. Manakah dari pernyataan berikut yang salah…
a. Keduanya tergolong senyawa d.
Keduanya tergolong senyawa ion
b. Mempunyai rumus empiris sama e.
3 molekul CH3COOH mempunyai jumlah atom yang sama dengan 1 molekul C6H12O6
c. Keduanya terdiri dari tiga unsur
19. Diberikan 2 zat kimia :
A : berupa serbuk, hitam, tertarik oleh magnet, dapat menghantar listrik
B : berupa serbuk, kuning, tidak tertarik oleh magnet, tidak dapat
menghantar listrik
Manakah diantara pernyataan berikut yang tidak tepat?
a. A merupakan unsur logam
b. B merupakan unsur non logam
c. Jika A & B dicampur, maka sifat masing – masing unsur masih
tampak
d. Jika A & B dicampur dengan perbandingan tertentu, dan dipanaskan,
akan terbebtuk senyawa
e. Jika membentuk senyawa indeks berpengaruh terhadap tatanamanya
20. Diantara rumus kimia berikut yang
merupakan rumus empiris adalah….
a. P4O10 b.
H2C2O4 c.
CO(NH2)2 d.
C3H7OH e. CH2O
21. Manakah yang mengandung atom H terbanyak?
a. 3 molekul CH3COOH c.
2 molekul H2C2O4. 2 H2O e.
3 molekul CO(NH2)2
b. 2 molekul C2H5OH d.
3 molekul Ca(CH3COO)2
22. Manakah yang ketiganya merupakan senyawa?
a. udara, kapur, perunggu c.
perunggu, bensin, sirup e.
tanah, air susu, bensin
b. kapur, air murni, gula d.
air kopi, gula, sirup
23. Diberikan beberapa unsur :
(i) kalsium (ii)
pospor (iii) grafit (iv) kobalt (v)
raksa (vi) neon
Yang merupakan unsur non logam adalah….
a. ii, iii, v b.
ii, iii, vi c. i, iv, v d. ii, v, vi e. i, iii, v
24. Dari unsur nomor 24, manakah yang tidak
menghantarkan listrik?
a. i, ii b. ii, iii c. ii, vi d. ii, v e. i, iv
ESSAY
1. Apakah arti lambang 3Ba(NO2)2 , sebutkan nama unsurnya
!
2. Sebutkan jumlah masing-masing atom penyusun molekul MgSO4.7H2O
TANDATANGAN GURU
|
NILAI
|
TANDATANGAN ORANG
TUA/WALI SISWA
|
KETERANGAN
|
BAB 2
STRUKTUR ATOM
PARTIKEL MATERI
Bagian
terkecil dari materi disebut partikel.
Beberapa
pendapat tentang partikel materi :
1. Menurut
Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu ( jika suatu
materi dibagi dan terus dibagi maka akhirnya diperoleh partikel terkecil yang
sudah tidak dapat dibagi lagi = disebut Atom )
2. Menurut
Plato dan Aristoteles,
pembagian materi bersifat kontinyu ( pembagian dapat berlanjut tanpa
batas )
Postulat Dasar dari
Teori Atom Dalton :
1.
Setiap materi terdiri atas partikel
yang disebut atom
2.
Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis
atom
3.
Atom suatu
unsur
adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( mempunyai
massa yang berbeda )
4.
Senyawa
adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan
tertentu
5.
Atom tidak dapat diciptakan
atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain
melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang (
reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut
Kelemahan dari postulat teori Atom
Dalton :
1)
Atom bukanlah sesuatu yang tak
terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom
2)
Atom-atom dari unsur yang sama, dapat
mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop )
3)
Atom dari suatu unsur dapat diubah
menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir
4)
Beberapa unsur tidak terdiri dari
atom-atom melainkan molekul-molekul
PERKEMBANGAN TEORI ATOM
1). Model Atom Dalton
a). Atom
digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b). Atom merupakan partikel terkecil
yang tidak dapat dipecah lagi.
c). Atom suatu unsur sama memiliki
sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda,
berlainan
dalam massa dan sifatnya.
d). Senyawa terbentuk jika atom bergabung
satu sama lain.
e). Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga
tidak ada atom yang
berubah
akibat reaksi kimia.
Teori
atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
1.
Hukum
Kekekalan Massa ( hukum Lavoisier ) : massa zat sebelum dan sesudah
reaksi adalah sama.
2.
Hukum
Perbandingan Tetap ( hukum Proust ) : perbandingan massa unsur-unsur
yang menyusun suatu zat adalah tetap.
Kelemahan
Model Atom Dalton :
1)
Tidak dapat menjelaskan perbedaan
antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain
2)
Tidak dapat menjelaskan sifat listrik
dari materi
3)
Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom
saling berikatan
4)
Menurut teori atom Dalton nomor 5,
tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi
kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.
Contoh
:
2). Model Atom Thomson
Setelah
ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang
merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. Menurut Thomson :
a) Atom terdiri dari materi bermuatan
positif dan di dalamnya tersebar elektron (bagaikan kismis dalam roti kismis)
b) Atom bersifat netral, yaitu muatan
positif dan muatan negatif jumlahnya sama
Kelemahan : Model
Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam
bola atom tersebut.

3). Model Atom Rutherford
a) Rutherford menemukan bukti bahwa
dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil
daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa
intinya.
b) Atom terdiri dari inti atom yang
bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi
inti (seperti planet dalam tata surya).
c) Atom bersifat netral.
d. Jari-jari
inti atom dan jari-jari atom sudah dapat ditentukan.
Kelemahan
Model Atom Rutherford :
Ø Ketidakmampuan
untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik
elektrostatis inti terhadap elektron.
Ø Menurut
teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang
memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan
kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.
4). Model Atom Niels Bohr

@) Model atomnya didasarkan pada
teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
@) Menurut Bohr, spektrum garis
menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu
dalam atom.
Menurutnya
:
a)
Atom terdiri dari inti yang bermuatan
positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b)
Elektron beredar mengelilingi inti
atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner
(tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron)
yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c)
Selama elektron berada dalam lintasan
stasioner, energinya akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d)
Elektron hanya dapat berpindah dari
lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi
jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan
stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e)
Pada keadaan normal (tanpa pengaruh
luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).
Kelemahan Model Atom
Niels Bohr :
1.
Hanya dapat menerangkan spektrum dari
atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum
atom atau ion yang berelektron banyak.
2.
Tidak mampu menerangkan bahwa atom
dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.
5). Model Atom Modern
Dikembangkan
berdasarkan teori mekanika kuantum
yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a)
Louis
Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai
dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b)
Werner
Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian
untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak
elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan
kemungkinan – kemungkinan saja.
c)
Erwin
Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang
untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron
yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron
dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
Model
atom Modern :
a)
Atom terdiri dari inti atom yang
mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari
inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom.
b)
Orbital
yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu
dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
c)
Kedudukan
elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.
Kedudukan
elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.
Orbit Orbital
Gambar
Perbedaan antara orbit dan orbital untuk electron
Ø Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron
kemungkinan ditemukan.
Ø Semakin rapat awan elektron maka semakin besar
kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya.
Catatan : Pelajari sejarah penemuan
elektron, neutron, proton dan inti atom dari Buku Paket Kimia
PARTIKEL
DASAR PENYUSUN ATOM
Partikel
|
Notasi
|
Massa
|
Muatan
|
||
Sesungguhnya
|
Relatif thd proton
|
Sesungguhnya
|
Relatif thd proton
|
||
Proton
|
p
|
1,67
x 10-24 g
|
1
sma
|
1,6
x 10-19 C
|
+1
|
Neutron
|
n
|
1,67
x 10-24 g
|
1
sma
|
0
|
0
|
Elektron
|
e
|
9,11
x 10-28 g
|
-1,6
x 10-19 C
|
-1
|
|
Catatan
:
massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan
massa atom ( sma ).
|
NOMOR
ATOM
Ø Menyatakan
jumlah proton dalam atom.
Ø Untuk
atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah
elektron).
Ø Diberi
simbol huruf Z
Ø Atom
yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima
elektron berubah menjadi ion negatif.
Contoh
: 19K
Artinya
…………..
NOMOR MASSA
v Menunjukkan
jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
v Proton
dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
v Jumlah
nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi
lambang huruf A), sehingga :
A = nomor massa
=
jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )
A = p
+ n = Z + n
v Penulisan
atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa
di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut
dengan Nuklida.
Keterangan
:
X
= lambang atom A
= nomor massa
Z
= nomor atom
Contoh
:
SUSUNAN
ION
v Suatu
atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron
tambahan.
v Atom
yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
v Atom
yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
v Dalam
suatu Ion, yang berubah hanyalah
jumlah elektron saja, sedangkan
jumlah proton dan neutronnya tetap.
Contoh
:
Spesi
|
Proton
|
Elektron
|
Neutron
|
Atom
Na
|
11
|
11
|
12
|
Ion
|
11
|
10
|
12
|
Ion
|
11
|
12
|
12
|
Rumus
umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :
1). Untuk
nuklida atom netral :
e = Z
n = (A-Z)
|
2). Untuk
nuklida kation :
e = Z – (+y)
n = (A-Z)
|
3). Untuk
nuklida anion :
e = Z – (-y)
n = (A-Z)
|
ISOTOP, ISOBAR DAN
ISOTON
1). ISOTOP
Adalah
atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda
nomor massanya.
Contoh :
;
; 
2). ISOBAR
Adalah
atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi
mempunyai nomor massa yang sama.
Contoh :
dengan 
3). ISOTON
Adalah
atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi
mempunyai jumlah neutron yang sama.
Contoh :
dengan 
KONFIGURASI ELEKTRON
ü Persebaran
elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.
ü Kulit
atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2
diberi lambang L dst.
ü Jumlah
maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).
Contoh
:
Kulit K
(n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron
Kulit L
(n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron
Kulit M
(n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron
|
Kulit N
(n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron
Kulit O
(n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron
|
Catatan
: Meskipun
kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya
kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.
Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi
Elektron :
1.
Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K,
kemudian L dst.
2.
Khusus untuk golongan utama (golongan
A) :
Jumlah kulit = nomor periode
Jumlah elektron valensi = nomor
golongan
3.
Jumlah maksimum elektron pada kulit
terluar (elektron valensi) adalah 8.
o
Elektron valensi
berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu
senyawa.
o
Sifat kimia
suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena
itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan
memiliki sifat kimia yang mirip.
4.
Untuk unsur golongan utama ( golongan
A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :
a)
Sebanyak mungkin kulit diisi penuh
dengan elektron.
b)
Tentukan jumlah elektron yang tersisa.
ØJika
jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32
elektron.
ØJika
jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18
elektron.
ØJika
jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.
ØJika
jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit
berikutnya.
Catatan
: point no 4 harus dipahami !!!!
Contoh
:
Unsur
|
Nomor Atom
|
K
|
L
|
M
|
N
|
O
|
He
|
2
|
2
|
||||
Li
|
3
|
2
|
1
|
|||
Ar
|
18
|
2
|
8
|
8
|
||
Ca
|
20
|
2
|
8
|
8
|
2
|
|
Sr
|
38
|
2
|
8
|
18
|
8
|
2
|
Catatan :
·
Konfigurasi
elektron
untuk unsur-unsur golongan B (golongan
transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).
·
Elektron
tambahan
tidak mengisi kulit terluar,
tetapi mengisi kulit
ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.
Contoh
:
Unsur
|
Nomor Atom
|
K
|
L
|
M
|
N
|
Sc
|
21
|
2
|
8
|
9
|
2
|
Ti
|
22
|
2
|
8
|
10
|
2
|
Mn
|
25
|
2
|
8
|
13
|
2
|
Zn
|
30
|
2
|
8
|
18
|
2
|
Konfigurasi Elektron Beberapa
Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )
Periode
|
Nomor Atom ( Z )
|
K
|
L
|
M
|
N
|
O
|
P
|
Q
|
1
|
1 – 2
|
1 – 2
|
||||||
2
|
3 – 10
|
2
|
1 – 8
|
|||||
3
|
11 – 18
|
2
|
8
|
1 – 8
|
||||
4
|
19 – 20
|
2
|
8
|
8
|
1 – 2
|
|||
21 – 30 ***
|
2
|
8
|
9 – 18
|
2
|
||||
31 – 36
|
2
|
8
|
18
|
3 – 8
|
||||
5
|
37 – 38
|
2
|
8
|
18
|
8
|
1 – 2
|
||
39 – 48 ***
|
2
|
8
|
18
|
9 – 18
|
2
|
|||
49 – 54
|
2
|
8
|
18
|
18
|
3 – 8
|
|||
6
|
55 – 56
|
2
|
8
|
18
|
18
|
8
|
1 - 2
|
|
57 – 80 ***
|
2
|
8
|
18
|
18 – 32
|
9 - 18
|
2
|
||
81 – 86
|
2
|
8
|
18
|
32
|
18
|
3 - 8
|
||
7
|
87 - 88
|
2
|
8
|
18
|
32
|
18
|
8
|
1 - 2
|
Keterangan : Tanda
( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )
MASSA ATOM RELATIF ( Ar )
Ø Adalah
perbandingan massa antar atom yang 1 terhadap atom yang lainnya.
Ø Pada
umumnya, unsur terdiri dari beberapa isotop maka pada penetapan massa atom
relatif ( Ar ) digunakan massa
rata-rata dari isotop-isotopnya.
Ø Menurut
IUPAC, sebagai pembanding digunakan atom C-12 yaitu
dari massa 1
atom C-12; sehingga dirumuskan :
Ar unsur X =
……………………(1)
……………………(1)
Ø Karena
:
massa 1 atom
C-12 = 1 sma ; maka :
Ar
unsur X =
……………………(2)
MASSA MOLEKUL RELATIF
( Mr )
·
Adalah perbandingan massa antara suatu
molekul dengan suatu standar.
·
Besarnya massa molekul relatif ( Mr ) suatu zat = jumlah massa atom
relatif ( Ar ) dari atom-atom
penyusun molekul zat tersebut.
·
Khusus untuk senyawa ion digunakan
istilah Massa Rumus Relatif ( Mr
) karena senyawa ion tidak terdiri atas molekul.
·
Mr = S
Ar
Contoh
:
Diketahui : massa atom
relatif ( Ar ) H = 1; C = 12; N = 14
dan O = 16.
Berapa massa molekul
relatif ( Mr ) dari CO(NH2)2
Jawab
:
Mr
CO(NH2)2 = (1 x Ar C) + (1 x Ar O) + (2 x Ar N) + (4 x
Ar H)
= (1 x 12) + (1 x 16) +
(2 x 14) + (4 x 1)
= 60
****VCVA***
SOAL : STRUKTUR ATOM & SPU
1. Unsur – unsur berikut yang termasuk satu golongan :
a. Mg,Ca,Fr b. N,P,Po c. Na,K,Fr d. B,C,N e. Na,Ca,In
2. Unsur – unsur berikut mempunyai jumlah kulit sama:
a. 11Na, 12Mg, 19K b. 19K, 37Rb, 55Cs c.
2He, 3Li, 4Be d. 6C, 14Si, 33As e.
20Ca, 31Ga, 36Kr 3. Konfigurasi unsur
yang terletak pada periode 4, golongan VA
a. 2,8,18,5 b.
2,8,8,5 c.
2,8,18,8,4 d.
2,8,18,18,4 e.
2,18,8,5
4. Nomor atom unsur yang terletak di periode 5, golongan IIA :
a. 7 b. 15 c.
28 d. 38 e. 48
5. Jumlah proton, elektron, neutron dari
:
a. 13,13,27 b. 13,10,14 c. 13,16,14 d. 13,10,24 e. 10,13,14
6. Jika ion S2- punya 18 elektron, maka letak S dalam SPU :
a. periode 3, golongan
VIIIA c.
periode 4, golongan IIA e.
periode 6, golongan IIIA
b. periode 3, golongan VIA d. periode 2, golongan IVA
7. Unsur X jika melepas 2 elektron, akan
mempunyai konfigurasi elektron yang sama dengan unsur Y yang terletak pada
periode 4, golongan VIIIA. Maka jumlah proton unsur X adalah :
a. 38 b. 36 c.
34 d. 20 e.18
8. Unsur berikut yang tidak termasuk golongan A adalah unsur dengan
konfigurasi elektron .....
a. 2,8,8,2 b. 2,8,18,8,2 c. 2,8,8 d. 2,8,18,3 e. 2,8,18,2
9. Nomor atom unsur yang tidak termasuk dalam periode 5 :
a. 50 b. 37 c.
36 d. 40 e. 54
10. Unsur
berisoton dengan unsur....
a.
b.
c.
d.
e. 
TANDATANGAN GURU
|
NILAI
|
TANDATANGAN ORANG TUA/WALI
SISWA
|
KETERANGAN
|
BAB 3
SISTEM PERIODIK UNSUR
A. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR
( Pelajari Buku Paket
Kimia 1 )
1). Pengelompokan atas dasar Logam dan Non Logam
v Dikemukakan oleh Lavoisier
v Pengelompokan ini masih sangat sederhana, sebab
antara unsur-unsur logam sendiri masih terdapat banyak perbedaan.
2). Hukum Triade Dobereiner
Ø Dikemukakan
oleh Johan Wolfgang Dobereiner (Jerman).
Ø Unsur-unsur
dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang disebut Triade.
Ø Dasarnya
: kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur tersebut.
Jenis Triade :
- Triade Litium (Li), Natrium (Na) dan Kalium (K)
Unsur
|
Massa
Atom
|
Wujud
|
Li
|
6,94
|
Padat
|
Na
|
22,99
|
Padat
|
K
|
39,10
|
Padat
|
Massa Atom Na (Ar Na) =
- Triade Kalsium ( Ca ), Stronsium ( Sr ) dan Barium ( Ba )
- Triade Klor ( Cl ), Brom ( Br ) dan Iod ( I )
3). Hukum Oktaf Newlands
v Dikemukakan
oleh John Newlands (Inggris).
v Unsur-unsur
dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya (Ar).
v Unsur
ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9 memiliki sifat
yang mirip dengan unsur ke-2 dst.
v Sifat-sifat
unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur disebut Hukum
Oktaf.
H
|
Li
|
Be
|
B
|
C
|
N
|
O
|
F
|
Na
|
Mg
|
Al
|
Si
|
P
|
S
|
Cl
|
K
|
Ca
|
Cr
|
Ti
|
Mn
|
Fe
|
Berdasarkan
Daftar Oktaf Newlands di atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.
4). Sistem Periodik Mendeleev (Sistem
Periodik Pendek)
ü Dua
ahli kimia, Lothar Meyer (Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia)
berdasarkan pada prinsip dari Newlands, melakukan penggolongan unsur.
ü Lothar
Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan
Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.
ü Menurut
Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom
relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan
massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.
ü Unsur-unsur
yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur tegak, disebut Golongan.
ü Sedangkan
lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan massa atom
relatifnya dan disebut Periode.
5). Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)
·
Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang
berpendapat bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor
atomnya.
·
Artinya
:
sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan
oleh massa atom relatifnya (Ar).
B.
PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU
MODERN
1). Periode
- Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel periodik.
- SPU Modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan jumlah / banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode tersebut.
|
- Jumlah unsur pada setiap periode :
Periode
|
Jumlah
Unsur
|
Nomor
Atom ( Z )
|
1
|
2
|
1
– 2
|
2
|
8
|
3
– 10
|
3
|
8
|
11
– 18
|
4
|
18
|
19
– 36
|
5
|
18
|
37
– 54
|
6
|
32
|
55
– 86
|
7
|
32
|
87
– 118
|
Catatan
:
a)
Periode 1, 2 dan 3 disebut periode
pendek karena berisi relatif sedikit unsur
b)
Periode 4 dan seterusnya disebut periode
panjang
c)
Periode 7 disebut periode belum
lengkap karena belum sampai ke golongan VIII A.
d)
Untuk mengetahui nomor periode suatu
unsur berdasarkan nomor atomnya, Anda hanya perlu mengetahui nomor atom unsur
yang memulai setiap periode
- Unsur-unsur yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1), unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2 dst.
Contoh
:
9F = 2 , 7 periode ke-2
12Mg = 2 , 8 , 2 periode ke-3
31Ga = 2 , 8 , 18 , 3 periode ke-4
2). Golongan
ü Sistem
periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang disebut golongan
ü Ada
2 cara penamaan golongan :
a) Sistem 8 golongan
Menurut
cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan yaitu golongan utama (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B).
b) Sistem 18 golongan
Menurut
cara ini, sistem periodik dibagi menjadi 18 golongan yaitu golongan 1 sampai
18, dimulai dari kolom paling kiri.
ü Unsur-unsur
yang mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.
ü Untuk
unsur-unsur golongan A sesuai dengan
letaknya dalam sistem periodik :
|
ü Unsur-unsur golongan A
mempunyai nama lain yaitu :
a.
Golongan IA = golongan Alkali
b.
Golongan IIA = golongan Alkali Tanah
c.
Golongan IIIA = golongan Boron
d.
Golongan IVA = golongan Karbon
e.
Golongan VA = golongan Nitrogen
f.
Golongan VIA = golongan Oksigen
g.
Golongan VIIA = golongan Halida / Halogen
h.
Golongan VIIIA = golongan Gas Mulia
C.
SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR
Meliputi :
1). Jari-Jari
Atom
Ø Adalah
jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar.
Ø Besarnya
jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya
nomor atom unsur tersebut.
Ø Semakin
besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit
elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas ke
bawah), jari-jari atomnya semakin besar.
Ø Dalam
satu periode (dari kiri ke kanan), nomor
atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan
jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron
terluar makin besar pula, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri ke
kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.
2). Jari-Jari
Ion
v Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata
(signifikan) jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
v Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari
yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari
yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom netralnya.
3). Energi
Ionisasi ( satuannya = kJ.mol-1 )
ü Adalah
energi minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepaskan
satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1 (kation).
ü Jika
atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang
lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.
EI
1 < EI 2 < EI 3 dst
ü Dalam
satu golongan (dari atas ke bawah), EI
semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti
terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin
mudah untuk dilepaskan.
ü Dalam
satu periode (dari kiri ke kanan), EI
semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti
terhadap elektron terluar semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar
semakin sulit untuk dilepaskan.
4). Afinitas
Elektron ( satuannya = kJ.mol-1 )
o
Adalah energi yang dilepaskan atau
diserap oleh atom netral dalam wujud gas apabila menerima sebuah elektron untuk
membentuk ion negatif (anion).
Beberapa hal yang
harus diperhatikan :
a)
Penyerapan elektron ada yang disertai
pelepasan energi maupun penyerapan energi.
b)
Jika penyerapan elektron disertai pelepasan
energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda
negatif.
c)
Jika penyerapan elektron disertai penyerapan
energi, maka harga afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda
positif.
d)
Unsur yang mempunyai harga afinitas
elektron bertanda negatif, mempunyai daya
tarik elektron yang lebih besar daripada unsur yang mempunyai harga
afinitas elektron bertanda positif. Atau semakin negatif harga afinitas
elektron suatu unsur, semakin besar kecenderungan unsur tersebut untuk
menarik elektron membentuk ion negatif (anion).
o
Semakin
negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima/menarik elektron dan semakin
reaktif pula unsurnya.
o
Afinitas elektron bukanlah
kebalikan dari energi ionisasi.
o
Dalam satu golongan (dari atas ke
bawah), harga afinitas elektronnya
semakin kecil.
o
Dalam satu periode (dari kiri ke
kanan), harga afinitas elektronnya
semakin besar.
o
Unsur golongan utama memiliki afinitas
elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA.
o
Afinitas
elektron terbesar dimiliki golongan VIIA ( halogen ).
5). Keelektronegatifan
·
Adalah kemampuan suatu unsur untuk
menarik elektron dalam molekul suatu senyawa (dalam ikatannya).
·
Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 (keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).
·
Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung
menerima elektron dan akan membentuk ion negatif (anion).
·
Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung
melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif (kation).
·
Dalam satu golongan (dari atas ke
bawah), harga keelektronegatifan
semakin kecil.
·
Dalam satu periode (dari kiri ke
kanan), harga keelektronegatifan
semakin besar.
6). Sifat
Logam dan Non Logam
o Sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom
untuk melepaskan elektron membentuk kation.
o Sifat logam bergantung pada besarnya energi
ionisasi ( EI ).
o Makin besar harga EI, makin sulit bagi atom untuk
melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya.
o Sifat non logam dikaitkan dengan keelektronegatifan, yaitu kecenderungan atom
untuk menarik elektron.
o Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), sifat
logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah.
o Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), sifat
logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang.
o Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam
sistem periodik unsur, sedangkan unsur non logam terletak pada bagian
kanan-atas.
o Unsur yang paling bersifat non logam adalah
unsur-unsur yang terletak pada golongan VIIA, bukan golongan
VIIIA.
o Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan
antara unsur logam dengan non logam disebut unsur Metaloid ( = unsur yang mempunyai sifat logam dan
sekaligus non logam ). Misalnya : boron dan silikon.
7). Kereaktifan
§ Kereaktifan bergantung pada kecenderungan
unsur untuk melepas atau menarik elektron.
§ Unsur logam yang paling reaktif adalah golongan
IA (logam alkali).
§ Unsur non logam yang paling reaktif adalah golongan
VIIA (halogen).
§ Dalam satu periode (dari kiri ke kanan),
mula-mula kereaktifan menurun, kemudian semakin bertambah hingga golongan VIIA.
§ Golongan VIIIA merupakan unsur yang paling tidak
reaktif.
BAB
4
IKATAN KIMIA
·
Definisi
Ikatan Kimia
Adalah
ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a)
atom yang 1 melepaskan elektron,
sedangkan atom yang lain menerima elektron (serah terima elektron)
b)
penggunaan bersama pasangan elektron
yang berasal dari masing-masing atom yang berikatan
c)
penggunaan bersama pasangan elektron
yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan
Ø Tujuan
pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur.
Ø Elektron
yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari
suatu atom/unsur yang terlibat.
Ø Salah
1 petunjuk dalam pembentukan ikatan kimia adalah adanya 1 golongan unsur yang
stabil yaitu golongan VIIIA atau golongan 18 (gas mulia).
Ø Maka
dari itu, dalam pembentukan ikatan kimia; atom-atom akan membentuk konfigurasi
elektron seperti pada unsur gas mulia.
Ø Unsur
gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet,
yaitu atom Helium).
Periode
|
Unsur
|
Nomor Atom
|
K
|
L
|
M
|
N
|
O
|
P
|
1
|
He
|
2
|
2
|
|||||
2
|
Ne
|
10
|
2
|
8
|
||||
3
|
Ar
|
18
|
2
|
8
|
8
|
|||
4
|
Kr
|
36
|
2
|
8
|
18
|
8
|
||
5
|
Xe
|
54
|
2
|
8
|
18
|
18
|
8
|
|
6
|
Rn
|
86
|
2
|
8
|
18
|
32
|
18
|
8
|
Ø Kecenderungan
unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia
terdekat dikenal dengan istilah
Aturan Oktet
o
Lambang
Lewis
Adalah
lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
· Lambang
Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
· Lambang
Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum
berpasangan).
Berdasarkan
perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka
ikatan kimia dibedakan menjadi 4 yaitu : ikatan
ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat / koordinasi / dativ dan ikatan
logam.
1). Ikatan Ion ( elektrovalen )
- Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion).
- Kedua ion tersebut kemudian saling berikatan dengan gaya elektrostatis (sesuai hukum Coulomb).
- Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam.
Contoh 1 :
Ikatan
antara
dengan 
Konfigurasi
elektronnya :
= 2, 8, 1 dan
= 2, 8, 7
§ Atom
Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama
dengan gas mulia.
§
|
(2,8,1) (2,8) (2,8,7) (2,8,8)
§ Antara
ion Na+ dengan
terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga
terbentuk senyawa ion NaCl.
Contoh
2 : Ikatan antara Na dengan O
ü Supaya
mencapai oktet, maka Na harus melepaskan 1 elektron menjadi kation Na+
(2,8,1) (2,8)
ü Supaya
mencapai oktet, maka O harus menerima 2 elektron menjadi anion 
(2,6)
(2,8)
ü Reaksi
yang terjadi :
Contoh
lain : senyawa MgCl2, AlF3 dan MgO
v Soal :
Tentukan senyawa yang terbentuk dari :
1). Mg dengan F
2). Ca dengan Cl
3). K dengan O
Senyawa
yang mempunyai ikatan ion antara lain :
a.
Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan halogen
(VIIA). Contoh
: NaF, KI, CsF
b.
Golongan alkali (IA) [kecuali atom H] dengan golongan oksigen
(VIA). Contoh
: Na2S, Rb2S,Na2O
c.
Golongan alkali tanah (IIA) dengan
golongan oksigen (VIA).
Contoh
: CaO, BaO, MgS
Sifat
umum senyawa ionik :
1)
Titik didih dan titik lelehnya tinggi
2)
Keras, tetapi mudah patah
3)
Penghantar panas yang baik
4)
Lelehan maupun larutannya dapat
menghantarkan listrik (elektrolit)
5)
Larut dalam air
6)
Tidak larut dalam pelarut/senyawa
organik (misal : alkohol, eter, benzena)
2). Ikatan Kovalen
o
Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama
oleh 2 atom yang berikatan.
o
Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan
salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan
elektron (terjadi pada atom-atom non logam).
o
Ikatan kovalen terbentuk dari
atom-atom unsur yang memiliki afinitas
elektron tinggi serta beda
keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
o
Atom non logam
cenderung untuk menerima elektron
sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk
dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan
elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
o
Pembentukan ikatan kovalen dengan cara
pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi
elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2
elektron).
Ada
3 jenis ikatan kovalen :
a). Ikatan Kovalen Tunggal
Contoh
1 :
ü Ikatan
yang terjadi antara atom H dengan atom H membentuk molekul H2
ü Konfigurasi
elektronnya :
= 1
ü Ke-2
atom H yang berikatan memerlukan 1 elektron tambahan agar diperoleh konfigurasi
elektron yang stabil (sesuai dengan konfigurasi elektron He).
ü Untuk
itu, ke-2 atom H saling meminjamkan 1 elektronnya sehingga terdapat sepasang
elektron yang dipakai bersama.
Contoh
2 :
v Ikatan
yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF
v Konfigurasi
elektronnya :
= 1;
= 2, 7
v Atom
H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.
v Agar
atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil, maka atom H dan atom F
masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi
elektron He dan Ne).
v Jadi,
atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.
Soal : Tuliskan pembentukan
ikatan kovalen dari senyawa berikut ( lengkapi dengan rumus struktur dan rumus
kimianya ) :
1)
Atom C dengan H membentuk molekul CH4
2)
Atom H dengan O membentuk molekul H2O
3)
Atom Br dengan Br membentuk molekul Br2
b).
Ikatan Kovalen Rangkap Dua
Contoh
:
§ Ikatan
yang terjadi antara atom O dengan O membentuk molekul O2
§ Konfigurasi
elektronnya :
= 2, 6
§ Atom
O memiliki 6 elektron valensi, maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang
stabil tiap-tiap atom O memerlukan tambahan elektron sebanyak 2.
§ Ke-2
atom O saling meminjamkan 2 elektronnya, sehingga ke-2 atom O tersebut akan
menggunakan 2 pasang elektron secara bersama.

Rumus struktur
:
Soal : Tuliskan
pembentukan ikatan kovalen dari senyawa berikut : (lengkapi dengan rumus
struktur dan rumus kimianya)
1)
Atom C dengan O membentuk molekul CO2
2)
Atom C dengan H membentuk molekul C2H4
(etena)
c).
Ikatan Kovalen Rangkap Tiga
Contoh
1:
o
Ikatan yang terjadi antara atom N
dengan N membentuk molekul N2
o
Konfigurasi elektronnya :
= 2, 5
o
Atom N memiliki 5 elektron valensi,
maka agar diperoleh konfigurasi elektron yang stabil tiap-tiap atom N
memerlukan tambahan elektron sebanyak 3.
o
Ke-2 atom N saling meminjamkan 3
elektronnya, sehingga ke-2 atom N tersebut akan menggunakan 3 pasang elektron
secara bersama.
Contoh
2:
§ Ikatan
antara atom C dengan C dalam etuna (asetilena,
C2H2).
§ Konfigurasi
elektronnya :
= 2, 4
= 1
§ Atom
C mempunyai 4 elektron valensi sedangkan atom H mempunyai 1 elektron.
§ Atom
C memasangkan 4 elektron valensinya, masing-masing 1 pada atom H dan 3 pada
atom C lainnya.
(Rumus Lewis) (Rumus bangun/struktur)
3). Ikatan Kovalen Koordinasi / Koordinat / Dativ / Semipolar
- Adalah ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
- Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh
1: Terbentuknya senyawa 
atau

Contoh
2:
- Terbentuknya molekul ozon (O3)
- Agar semua atom O
dalam molekul O3 dapat memenuhi aturan oktet maka dalam salah 1
ikatan
, oksigen pusat harus menyumbangkan kedua
elektronnya.
4). Ikatan Logam

Gb.
Ikatan Logam
v Adalah
ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara
muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron
yang bebas bergerak.
v Atom-atom
logam dapat diibaratkan seperti bola pingpong yang terjejal rapat 1 sama lain.
v Atom
logam mempunyai sedikit elektron valensi, sehingga sangat mudah untuk
dilepaskan dan membentuk ion positif.
v Maka
dari itu kulit terluar atom logam relatif longgar (terdapat banyak tempat
kosong) sehingga elektron dapat berpindah dari 1 atom ke atom lain.
v Mobilitas
elektron dalam logam sedemikian bebas, sehingga elektron valensi logam
mengalami delokalisasi yaitu suatu
keadaan dimana elektron valensi
tersebut tidak tetap posisinya pada 1 atom, tetapi senantiasa berpindah-pindah dari 1 atom ke atom lain.
v Elektron-elektron
valensi tersebut berbaur membentuk awan elektron yang menyelimuti ion-ion
positif logam.
v Struktur
logam seperti gambar di atas, dapat menjelaskan sifat-sifat khas logam yaitu :
a). berupa
zat padat pada suhu kamar, akibat adanya gaya tarik-menarik yang cukup kuat
antara elektron valensi (dalam awan elektron) dengan ion positif logam.
b). dapat
ditempa (tidak rapuh), dapat dibengkokkan dan dapat direntangkan menjadi kawat. Hal ini akibat kuatnya ikatan
logam sehingga atom-atom logam hanya bergeser sedangkan ikatannya tidak
terputus.
c). penghantar
/ konduktor listrik yang baik, akibat adanya elektron valensi yang dapat
bergerak bebas dan berpindah-pindah. Hal ini terjadi karena sebenarnya aliran
listrik merupakan aliran elektron.
Polarisasi
Ikatan Kovalen
Contoh 1 : Molekul
HCl

Contoh 2 :
Contoh 3 :
o
Momen
Dipol ( µ )
Adalah
suatu besaran yang digunakan untuk menyatakan kepolaran suatu ikatan kovalen.
Dirumuskan : µ
= Q x r ;
1 D = 3,33 x 10-30
C.m
keterangan : µ = momen dipol, satuannya debye (D) Q = selisih muatan, satuannya coulomb (C)
r = jarak antara muatan positif dengan muatan negatif, satuannya meter
(m)
Perbedaan antara Senyawa Ion
dengan Senyawa Kovalen
No
|
Sifat
|
Senyawa Ion
|
Senyawa Kovalen
|
1
|
Titik
didih
|
Tinggi
|
Rendah
|
2
|
Titik
leleh
|
Tinggi
|
Rendah
|
3
|
Wujud
|
Padat
pada suhu kamar
|
Padat,cair,gas
pada suhu kamar
|
4
|
Daya
hantar listrik
|
Padat
= isolator
Lelehan
= konduktor
Larutan
= konduktor
|
Padat
= isolator
Lelehan
= isolator
Larutan
= ada yang konduktor
|
5
|
Kelarutan
dalam air
|
Umumnya
larut
|
Umumnya
tidak larut
|
6
|
Kelarutan
dalam trikloroetana (CHCl3)
|
Tidak
larut
|
Larut
|
Pengecualian dan Kegagalan Aturan
Oktet
1). Pengecualian Aturan Oktet
a) Senyawa yang tidak mencapai aturan
oktet
Meliputi
senyawa kovalen biner sederhana dari Be, B dan Al yaitu atom-atom yang elektron
valensinya kurang dari empat (4).
Contoh
: BeCl2, BCl3 dan AlBr3
b) Senyawa dengan jumlah elektron
valensi ganjil
Contohnya
: NO2 mempunyai jumlah elektron valensi (5 + 6 + 6) = 17

c) Senyawa dengan oktet berkembang
Unsur-unsur
periode 3 atau lebih dapat membentuk senyawa yang melampaui aturan oktet /
lebih dari 8 elektron pada kulit terluar (karena kulit terluarnya M, N dst
dapat menampung 18 elektron atau lebih).
Contohnya
: PCl5, SF6, ClF3, IF7 dan SbCl5
2). Kegagalan Aturan Oktet
Aturan
oktet gagal meramalkan rumus kimia senyawa dari unsur transisi maupun post
transisi.
Contoh :
ü atom
Sn mempunyai 4 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat
oksidasi +2
ü atom
Bi mempunyai 5 elektron valensi tetapi senyawanya lebih banyak dengan tingkat
oksidasi +1 dan +3
Penyimpangan dari Aturan Oktet dapat
berupa :
1)
Tidak mencapai oktet
2)
Melampaui oktet ( oktet berkembang )
Penulisan Struktur Lewis
Langkah-langkahnya
:
1)
Semua elektron valensi harus muncul
dalam struktur Lewis
2)
Semua elektron dalam struktur Lewis
umumnya berpasangan
3)
Semua atom umumnya mencapai
konfigurasi oktet (khusus untuk H, duplet)
4)
Kadang-kadang terdapat ikatan rangkap
2 atau 3 (umumnya ikatan rangkap 2 atau 3 hanya dibentuk oleh atom C, N, O, P
dan S)
Langkah alternatif : ( syarat
utama : kerangka molekul / ion sudah diketahui )
1)
Hitung jumlah elektron valensi dari
semua atom dalam molekul / ion
2)
Berikan masing-masing sepasang
elektron untuk setiap ikatan
3)
Sisa elektron digunakan untuk membuat
semua atom terminal mencapai oktet
4)
Tambahkan sisa elektron (jika masih
ada), kepada atom pusat
5)
Jika atom pusat belum oktet, tarik PEB
dari atom terminal untuk membentuk ikatan rangkap dengan atom pusat
Resonansi
a.
Suatu molekul atau ion tidak dapat
dinyatakan hanya dengan satu
struktur Lewis.
b.
Kemungkinan-kemungkinan struktur Lewis
yang ekivalen untuk suatu molekul atau ion disebut Struktur Resonansi.
Contoh :
c.
Dalam molekul SO2 terdapat
2 jenis ikatan yaitu 1 ikatan tunggal (
) dan 1 ikatan rangkap (
).
d.
Berdasarkan konsep resonansi, kedua
ikatan dalam molekul SO2 adalah ekivalen.
e.
Dalam molekul SO2 itu,
ikatan rangkap tidak tetap antara atom S dengan salah 1 dari 2 atom O dalam
molekul itu, tetapi silih berganti.
f.
Tidak satupun di antara ke-2 struktur
di atas yang benar untuk SO2, yang benar adalah gabungan atau hibrid dari ke-2 struktur resonansi tersebut.
***vcva***
SOAL : IKATAN KIMIA
PILIHAN GANDA
1. 11Na dapat membentuk ikatan ion dengan unsur dengan konfigurasi elektron….
a. 2,8,2 b. 2,8,3 c.
2,8,4 d. 2,8,7 e. 2,8,8
2. Pasangan unsur – unsur dari golongan
berikut yang dapat membentuk ikatan ion adalah unsur dari Golongan…
a. IA & VIIIA b. IIA & VIIA c. IIIA & IIIA d. IA & IIA e. VIA & VIIA
3. Pasangan senyawa berikut yang memiliki ikatan ion adalah….
a. KCl & CaF2 b. NH3 & KNO3 c. KCl & CCl4 d. CaF2 & HF e. NaCl & CCl4
4. Unsur X & Y masing – masing memiliki 6
& 7 elektron. Rumus & jenis ikatan yang sesuai jika kedua unsur bersenyawa adalah….
a. XY6, ion b. XY2, kovalen c. X2Y, ion d. X2Y,
kovalen e. XY2, ion
5. Dalam CH4 terdapat ikatan ….
a. Ion b. Kovalen rangkap c. Ion & kovalen d. Kovalen
e. kovalen koordinasi
6. Senyawa berikut yang tidak memiliki ikatan kovalen adalah….
a. H2O b. CCl4 c.
CaCl2 d. H2SO4 e. NH3
7. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen rangkap adalah…
a. HCl b. BCl3 c.
NaCl d. C2H4 e. PCl5
8. Senyawa yang memiliki ikatan kovalen koordinasi adalah…
a. Mg3N2 b. SO2 c. N2 d. CH4 e.
CO2
9. Pasangan senyawa berikut yang berikatan ion & kovalen koordinat
adalah….
a. NaCl & CO2 b. HCl & NaCl c. KOH & O2 d. CCl4 & SO2 e. MgCl2 & NH4+
10. Diantara senyawa dibawah ini
yang tidak memenuhi kaidah oktet adalah….
a. NO2 b. NH3 c. SCl2 d. CH4 e. CO2
11. Unsur – unsur di golongan gas mulia sukar bereaksi, disebabkan …..
a. gas mulia berwujud gas
b. gas mulia memiliki electron bebas
c. gas mulia mempunyai electron valensi delapan sehingga memenuhi aturan
oktet
d. gas mulia mempunyai elektron valensi yang penuh sehingga stabil
e. gas mulia merupakan nonlogam
12. Jenis ikatan yang tidak mungkin terjadi antara nonlogam &
nonlogam adalah....
a. Ikatan ion b. Ikatan kovalen
tunggal c. Ikatan
kovalen rangkap dua
d. Ikatan kovalen rangkap tiga e.
Ikatan kovalen koordinasi
13. Pernyataan yang benar tentang ikatan ion adalah.....
a. Terjadi antara unsur di golongan VA & VIIA d. Dapat menarik benda – benda logam
b. Terjadi pemakaian elektron bersama e.
Mempunyai perbedaan keelektronegatifan kecil
c. Mempunyai gaya tarik elektrostatik
14. Unsur – unsur yang mungkin membentuk ikatan kovalen adalah....
a. Na & F b. Au & Fe c. Hg & As d. C & Ca e. H & Cl
15. Unsur 11Na & 35Br dapat membentuk.....
a. Ikatan ion, rumusnya
Na2Br d. Ikatan
kovalen, rumusnya Na2Br
b. Ikatan ion, rumusnya NaBr e. Ikatan kovalen, rumusnya
NaBr2
c. Ikatan kovalen, rumusnya
NaBr
16. Dalam ikatan PCl3 terdapat pasangan elektron bebas disekitar atom
pusat sebanyak...pasang
a. 1 b. 2 c.
3 d. 5 e. Tidak ada pasangan
elektron bebas
17. Senyawa yang mempunyai 4 pasang elektron
terikat & 2 pasang elektron bebas di sekitar atom pusat adalah....
a. CH4 b. XeF4 c. SCl6 d. PBr5 e. ICl3
18. Senyawa berikut yang bersifat nonpolar adalah....
a. CHCl3 b. C2H5OH c. CO2 d. CH3COCH3 e. H2O
19. Rumus senyawa yang mungkin terjadi antara
unsur A yang terletak di periode 3, golongan VIA dengan unsur B yang terletak
di periode 4, golongan VIIA adalah...
a. AB & A2B b. AB2 & AB5 c. A2B & A4B d. AB2
& AB4 e. A3B & A7B6
20. Manakah unsur yang paling polar?
a. NaAt b. NaI c. NaBr d. NaCl e. NaF
21. Senyawa yang mengalami hipooktet(kurang dari oktet) adalah....
a. BF3 & Mg3N2 b. BeCl2 & PCl3 c. NH3 & CH4 d.
CO2 & ICl5 e. BeF2 & BH3
22. Semua senyawa dibawah ini mengalami hiperoktet(lebih dari oktet), kecuali.....
a. XeF2 b. PCl5 c. SF4 d.
OF2 e. ICl7
23. Dalam senyawa H2SO4 terdapat ikatan
kovalen tunggal & ikatan kovalen koordinasi masing – masing sebanyak....
a. 6,0 b.
5,1 c. 4,2 d. 3,3 e. 2,4
24. Senyawa yang mempunyai ikatan kovalen rangkap tiga adalah....
a. CO2 b. C2H2 c. HCl d. C2H6 e.
CCl4
25. Senyawa manakah yang mempunyai resonansi?
a. H2CO3 b. CO2 c. CH4 d. NH3 e. O2
26. Manakah yang bukan sifat dari ikatan logam?
a. Mudah menghantarkan arus
listrik d.
Elektron mudah bergerak bebas
b. Mudah ditempa e.
Inti positif berada dalam lautan elektron
c. Sebagai isolator yang baik
27. Kelompok senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah….
a. H2O, CO2, CH4 c. K2O, NaBr, MgCl2 e. HCl, H2SO4,
NaOH
b. CO2, CH4, NH3 d. NaCl, HI, H2O
29. Unsur dengan konfigurasi electron 1s22s22p63s2 dapat membentuk
ikatan ion dengan unsur….
a. 1A b. 4B c.
17C d. 19D e. 20E
30. Diantara unsur di bawah ini yang
mempunyai kecenderungan menerima elektron untuk membentuk konfigurasi elektron
yang stabil adalah....
a. 10X b. 11Y c. 17Z d.
18A e. 19B
31. Unsur berikut yang sangat sukar untuk berikatan kimia adalah….
a. Fe, Au b. Na, Mg c. Cl, P d. H, He e. Ne, Ar
32. Manakah yang bukan ciri- ciri ikatan ion ?
a. Terbentuk antara logam
& nonlogam b. Terdapat ion positif & ion negatif
c. Mempunyai gaya tarik – menarik elektrostatik
d. Terjadi antara unsur
golongan IVA & VIA e. Terjadi serah terima electron
33. Senyawa manakah yang tidak memenuhi aturan oktet maupun duplet?
a. PCl3, BH3 b. MgBr2, NaCl c. O2, N2 d. SF6, PBr5 e. CO2, CH4
34. Manakah senyawa berikut yang tidak mencapai octet (hipooktet)?
a. H2O, CO2 b. BF3, BeCl2 c. N2O3, PCl3
d. NH3, CH4 e.
BH3, CCl4
35. Ikatan yang terdapat
antara atom – atom H dalam molekul gas hydrogen adalah….
a. Ikatan ion
b. Ikatan logam c.
Ikatan kovalen d.
Ikatan kovalen koordinat e. Ikatan
hydrogen
36. Kelompok senyawa berikut yang mempunyai ikatan ion adalah….
a. H2O, CO2, CH4 b. CO2, CH4, NH3 c. HCl, H2SO4, NaOH
d. NaCl, HI, H2O e.
K2O, NaBr, MgCl2
38. Manakah senyawa berikut yang nonpolar walaupun ikatan antar
atom – atomnya polar adalah….
a. CO2 b. N2 c. HCl d. H2S e. NH3
39. Manakah senyawa yang tidak dapat dibelokkan oleh medan
listrik?
a. CS2 b. H2O c. CHCl3 d. C2H5OH e. CH3COCH3
40. Manakah senyawa yang mempunyai ikatan ion, kovalen, & kovalen
koordinat ?
a. NaOH b. K2CO3 c. BaSO4 d. KI e. HCl
41. Dalam senyawa H3PO4 (sesuai aturan octet
& duplet) terdapat ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua,
& ikatan kovalen koordinat berturut – turut sebanyak…..
a. 7,0,0 b. 6,0,1 c. 6,1,0 d. 5,0,2 e. 3,1,3
42. Manakah senyawa berikut yang merupakan konduktor terbaik?
a. Kristal garam dapur b. Leburan gula pasir c. Larutan glukosa
d. Larutan asam klorida e. Lelehan belerang
43. Unsur logam dapat menghantarkan listrik dengan baik karena….
a. Elektron dalam logam
dapat bergerak bebas dari atom satu ke atom yang lain
b. Logam mengkilap sehingga
dapat memantulkan sinar c. Logam mempunyai
energi ionisasi kecil
d. Dalam unsur logam
terdapat ikatan ion e.
Logam mempunyai hambatan yang besar
ESSAY
1. Jelaskan dengan gambar Lewis terjadinya ikatan antara :
a. 8A & 11B b. 6C & 17D
2. Gambarkan rumus Lewis, rumus struktur
& sebutkan jenis ikatan lalu hitunglah jumlah ikatan – ikatan masing –
masing dalam senyawa KOH
3. Terdapat senyawa sbb : KF, KCl, KBr, KI,
KAt. Sebutkan senyawa yang mempunyai ikatan ion yang terkuat. Jelaskan jawaban
Anda !
TANDATANGAN GURU
|
NILAI
|
TANDATANGAN ORANG
TUA/WALI SISWA
|
KETERANGAN
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar